comscore

Iseng, Browser Internet Explorer Microsoft yang Mati Dibuatkan Makam

Cahyandaru Kuncorojati - 20 Juni 2022 10:14 WIB
Iseng, Browser Internet Explorer Microsoft yang Mati Dibuatkan Makam
Makam Internet Explorer di Korea Selatan. (AFP)
Jakarta: Di tanggal 16 Juni lalu aplikasi browser andalan Microsoft yaitu Internet Explorer akhirnya resmi berhenti beroperasi alias mati setelah 27 tahun hadir di semua komputer dan laptop dengan sistem operasi Windows.

Browser yang telah hadir sejak tahun 1995 atau Microsoft 95 dikenal berjasa menyediakan akses ke situs internet sebelumnya akhirnya tergeser oleh Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Opera.
Jasa yang tidak terhingga bagi pengguna komputer yang sejak awal era internet rupanya membuat seseorang rela membuatkan kuburan atau makam untuk Internet Explorer. Lokasi makam aplikasi ini ada di Korea Selatan dan berada di tengah kota.

Dikutip dari Engadget, makam Internet Explorer satu-satunya di dunia berada di atas sebuah cafe di kota Gyeongju, Korea Selatan. Makam ini dibuat oleh Jung Ki Young dengan menghabiskan dana senilai USD330 atau kisaran Rp4,8 juta.

Foto yang diunggah ke internet memperlihatkan bahwa makam Internet Explorer sangat sederhana, batu nisannya menggunakan material yang mengkilap. Di sini tertera tanggal lahir dan meninggal serta logo Internet Explorer.

“Dia adalah alat yang baik untuk men-download browser lain” tulis deskripsi di batu nisan makam Internet Explorer. Kalimat ini mengacu pada guyonan sekaligus kebiasaan pengguna komputer dan laptop sistem operasi Windows.

Sebelum kehadiran browser Microsoft Edge pada sistem operasi Windows 10, selama ini Internet Explorer hadir sebagai aplikasi browser bawaan. Jadi pada komputer dan laptop Windows yang masih baru tidak akan tersedia aplikasi browser lain.

Sayangnya, Internet Explorer sejak lama memiliki kinerja yang lelet dibandingkan Chrome, Mozilla, bahkan Opera saat membuka situs, bahkan situs pencarian Google sekalipun. Makanya Internet Explorer hanya digunakan untuk mengunduh aplikasi browser lain dan setelah itu ditinggalkan.

Jung Ki Young berprofesi sebagai software engineer sehingga Internet Explorer diklaim ikut berkontribusi terhadap karirnya meskipun dia mengakui bahwa kinerja dan fitur dari aplikasi ini jauh lebih buruk dari Google Chrome dan Mozilla Firefox.

Jung mengakui bahwa sejumlah instansi swasta dan pemerintah di Korea Selatan selama ini selalu meminta agar situs mereka juga tampil menarik dan mudah digunakan di Internet Explorer, hal ini menandakan aplikasi ini tetap masih mendapat perhatian.

Jepang bahkan dikabarkan hingga saat ini masih banyak perusahaan dan instansi pemerintah yang mengandalkan aplikasi browser tersebut. Microsoft sendiri kabarnya masih menyediakan dukungan hingga 2029, konten yang diakses lewat Internet Explorer akan otomatis dialihkan ke aplikasi Microsoft Edge.
 

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id