• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Cara Red Hat Kurangi Kompetitor dan Tambah Pelanggan

Mohammad Mamduh - 12 Juli 2018 13:09 wib
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018

Bali: Red Hat selama ini dikenal sebagai penyedia solusi korporasi berbasis Linux. Orang awam paa umumnya melihat bahwa Linux sebagai sistem operasi open source yang kompleks.

Windows buatan Microsoft adalah kompetitor sejati, yang menawarkan kemudahan untuk konsumen. Namun, paham tersebut tidak lagi berlaku di era transformasi digital saat ini.

Dalam acara Partner Conference APAC 2018 di Nusa Dua, Bali, Red Hat menekankan kerja sama yang terjalin antara mereka dengan Microsoft. Dalam hal inovasi untuk open source, Red Hat menyebutkan bahwa kerja sama ini sudah berlangsung sejak lama.

“Ini cocok untuk mereka, para perusahaan yang ingin menggunakan cloud dari beberapa platform,” kata Frank Feldmann, Vice President of APAC Office of Technology, Red Hat.

Kerja sama Microsoft dan Red Hat dalam menyediakan dan mengintegrasikan container OpenShift di atas Azure memungkinkan sinergi antar platform. Beberapa perusahaan biasanya mengadopsi beberapa platform.

Ketika sudah terintegrasi, korporasi bisa menyederhanakan dan memanfaatkan cloud hybrid. Di saat yang sama, Microsoft bisa melihat dan memperbarui celah yang mungkin selama ini belum pernah mereka lihat.

“Integrasi kini lebih mudah antara Azure, Azure Stack, dan Red Hat OpenShift,” lanjut Frank Feldmann.

Frank menambahkan, kerja sama ini juga menguntungkan Red Hat, karena selama ini Microsoft Azure merupakan layanan yang sangat populer di industri bisnis. Dengan begitu, mereka lebih mudah menawarkan OpenShift sebagai container di atas Azure. Ini cocok untuk perusahaan yang sudah atau akan mengadopsi layanan cloud buatan Microsoft tersebut.

Kerja sama ini mengubah paradigma yang selama ini menilai Microsoft lebih suka berjalan sendiri ketimbang menggandeng partner atau pesaing.

Langkah Microsoft tersebut memang diambil setelah Satya Nadella yang memiliki latar belakang di industri cloud menjabat sebagai CEO Microsoft. Ia menyatakan dukungannya terhadap inovasi open source, yang selama ini menjadi kekuatan utama Red Hat.

Langkah berikutnya yang diambil melalui kerja sama dengan Microsoft adalah dengan memasarkan lisensi berlangganan OpenShift secara gratis untuk perusahaan yang membeli aplikasi Microsoft Visual Studio.

Selain Microsoft, Red Hat juga mengumumkan integrasi OpenShift dengan layanan awan lainnya, seperti Amazon Web Services, Alibaba Cloud, NTT Data, dan IBM Cloud.

Microsoft juga melihat kerja sama ini sebagai peluang mereka memasarkan layanan yang sudah ada dengan lebih mudah. Hal ini disampaikan oleh Mike Chan, GM Cloud & Enterprise, APAC Microsoft. Ia menyebut Microsoft sendiri sudah punya beberapa layanan pendukung Azure dan Azure Stack, seperti MySql dan Visual Studio.

“Konsumen yang sudah terbiasa dengan layanan ini bisa mengkustomisasi sistem mereka lebih variatif berkat integrasi Red Hat OpenShift.”


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.