IBM Gunakan CCTV untuk Latih Software Pengawas?

    Lufthi Anggraeni - 07 September 2018 13:40 WIB
    IBM Gunakan CCTV untuk Latih Software Pengawas?
    IBM dilaporkan diam-diam menggunakan sata dari kamera pengawas di New York untuk menegmbangkan software.
    Jakarta: IBM diam-diam menggunakan potongan rekaman kamera CCTV Departemen Kepolisian New York (NYPD) untuk mengembangkan teknologi pengawasan keamanan. Fungsinya adalah mencari individu berbasis pada karakteristik badan seperti usia dan warna kulit.

    Laporan The Intercept ini berdasarkan dokumen rahasia perusahaan, serta wawancara dengan mantan peneliti IBM dan pegawai di NYPD. IBM sebelumnya tidak mengumumkan penggunaan potongan rekaman kamera pengawas New York untuk mengembangkan teknologi ini.

    Mereka hanya mengiklankan kemampuan software analitik video karyanya untuk mencari individu menggunakan karakter seperti usia dan etnisitas.

    Dengan kata lain, kerja sama IBM dan NYPD serta kerahasiaan yang meliputinya dinilai sebagai contoh mengkhawatirkan, bahwa perusahaan teknologi bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun sistem pengawasan tanpa sepengetahuan publik.

    Kemampuan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penuh sistem pengawasan juga telah menimbulkan kekhawatiran bagi pihak berwenang, terkait privasi selama beberapa tahun terakhir.

    Tidak hanya berpotensi bias terkait ras yang artinya dapat melakukan kesalahan saat identifikasi individu dengan warna kulit tertentu, sistem ini belum didukung hukum yang jelas untuk mengatur penggunaannya.

    Menurut laporan, NYPD mengakusisi software analitik video IBM melalui anak perusahaan Microsoft Vexcel pada tahun 2007. Teknologi ini mulai diuji di pusat perintah divisi perlindungan terkait terorisme New York, dan merupakan bagian dari Lower Manhattan Security Initiative pada bulan Maret 2010.

    Juru bicara NYPD Peter Donald menyebut bahwa software ini dioperasikan di kurang dari 50 kamera pengawas milik pusat kendali, yang berjumlah total 512 kamera. Pada tahun 2012, IBM dilaporkan menguji software ini pada tubuh dan wajah warga New York, memotret dan menyimpan data fisik saat warga berjalan di ruang publik.

    IBM kemudian menggunakan data tersebut untuk memperbaiki fungsi pencarian software, memungkinkan fungsi pembangunan operator menemukan individu berdasarkan usia, jenis kelamin, warna rambut, rambut di wajah, dan warna kulit.

    NYPD mengaku tidak pernah menggunakan fitur ini, berharap untuk menghindari peluang terkait profil ras pada teknologi dengan berbagai bentuk. Juru bicara NYPD juga menyebut, meski alat berbekal kemampuan pencarian warna kulit atau ras ditawarkan kepada institusinya, NPYD menolaknya secara eksplisit.

    Namun, mantan peneliti IBM Rick Kjeldsen yang mengaku terlibat dalam proyek NYPD antara tahun 2009 hingga 2013 membantah pernyataan NYPD tersebut. Kjeldsen mengatakan timnya tidak pernah mengeksplorasi fungsi pencarian seperti yang diklaim pihak NYPD.

    Kjeldsen juga menyebut bahwa IBM tidak berminat mengeluarkan biaya pada hal yang tidak diinginkan oleh konsumen, dan mengaku bahwa timnya khawatir teknologi tersebut akan disalahgunakan.

    Kjeldsen juga menambahkan salah satu keberatan utamanya adalah kurang terbukanya pemerintah kepada masyarakat terkait dengan pemanfaatan teknologi ini.

    Sementara itu, NYPD mengaku telah berhenti menggunakan teknologi IBM sejak tahun 2016 lalu, sedangkan IBM masih belum memberikan pernyataan resmi dan hanya menyebut tetap berkomitmen untuk memperbaiki teknologi dengan bertanggungjawab.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id