Google Maps Bisa Bantu Jaga Jarak

    Lufthi Anggraeni - 10 Juni 2020 10:48 WIB
    Google Maps Bisa Bantu Jaga Jarak
    Google menggulirkan update untuk Maps guna membantu pengguna merencanakan jaga jarak sosial selama perjalanan.
    Jakarta: Google mengumumkan bahwa aplikasi Maps versi iOS dan Android akan menerima update yang memungkinkan pengguna lebih dahulu menemukan informasi terkait kepadatan bus atau kereta, atau keterbatasan jadwal perjalanan transportasi tersebut.

    Update ini merupakan bagian dari bantuan Google dalam menghentikan penyebaran virus korona yang menjadi pandemi saat ini. Google menyebut pekerja layanan yang tidak memungkinkan mereka bekerja di rumah membutuhkan informasi ini untuk dapat mencapai lokasi kerja mereka.

    Informasi ini juga disebut Google akan dibutuhkan lebih banyak pihak mengingat semakin banyak negara yang mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Pada tahun lalu, Google menambahkan prediksi kepadatan di Google Maps.

    Fitur tersebut menggunakan data yang dihimpun dari puluhan juga pengendara untuk membantu Google memprediksi kepadatan bus atau kereta pada waktu tertentu. Kini, Google mempermudah pengguna untuk turut berkontribusi terkait data ini.

    Untuk berkontribusi, pengguna perlu mengakses Directions, kemudian ketuk Transit Details, dan gulir ke bawah untuk menemukan informasi menyoal prediksi lokasi dengan kepadatan tinggi. Setelahnya pengguna dapat memasukan pengalaman mereka pada bagian tersebut.

    Dan pengguna telah dapat menggunakan Google Maps untuk menemukan riwayat waktu lokasi tertentu mengalami kepadatan tinggi. Pengguna juga dapat menemukan data langsung yang membandingkan tingkat kepadatan dengan kondisi pada umumnya.

    Hal ini diharapkan Google dapat membantu pengguna menyusun rencana untuk menerapkan jaga jarak sosial selama perjalanan. Untuk menemukan informasi ini, pengguna perlu mencari stasiun transit di Google Maps atau mengetuk stasiun saat muncul di layar.

    Tindakan ini akan menampilkan jadwal keberangkatan dan data bisnis jika tersedia. Google menyebut akan menggulirkan fitur ini selama beberapa pekan mendatang dan didasarkan pada data teragregasi dan anonim dari pengguna yang berkontribusi di Google Local History.

    Sebagai informasi, Google Local History nonaktif secara default. Untuk menjaga informasi tetap anonim, data bisnis hanya dibagikan saat cukup banyak pengguna yang memilih untuk menyediakan data mencukupi kebutuhan.

    Maps juga kini dibekali dengan pengingat dari perusahaan transportasi transit lokal, berkemampuan untuk memperingatkan pengguna jika terdapat peraturan terkait COVID-19 yang berlaku untuk pengguna transportasi umum.

    Pengingat ini telah digulirkan Google di sejumlah negara termasuk Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kolombia, Prancis, India, Meksiko, Belanda, Spanyol, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat. Google menyebut akan menghadirkan fitur ini di lebih banyak negara dalam waktu dekat.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id