XL Axiata Akui Tidak Keberatan Soal Konsolidasi

    Lufthi Anggraeni - 13 November 2018 16:56 WIB
    XL Axiata Akui Tidak Keberatan Soal Konsolidasi
    XL Axiata mengaku terbuka dengan wacana konsolidasi operator yang digaungkan pemerintah.
    Jakarta: Wacana terkait dengan konsolidasi operator telekomunikasi yang telah digaungkan sejak awal tahun 2018 lalu hingga kini masih menjadi isu yang belum menemukan titik temu.

    Hingga saat ini operator telekomunikasi masih bergeming dengan keputusan mereka untuk beroperasi sendiri.

    Meskipun demikian, XL Axiata mengaku tidak berkeberatan menyoal konsolidasi tersebut, dan justru menilai bahwa hal tersebut perlu dilakukan agar operator telekomunikasi dapat menghadirkan layanan terbaik untuk konsumen.

    “Kita sangat open terhadap konsolidasi, bahkan kita sudah mempraktikan satu kali, saat konsolidasi dengan AXIS. Konsolidasi lebih lanjut itu diperlukan, saya rasa sebaiknya harus ada konsolidasi. Tapi kan konsolidasi kan masalah shareholder, jadi bergantung dari interest mereka, bagaimana melakukan konsolidasi tersebut,” ujar Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini.

    Selain itu, Dian turut menyebut bahwa belum ditemukannya solusi yang dapat menyatukan keinginan dan persyaratan yang dipegang teguh oleh masing-masing pemegang saham, turut menjadi hambatan dalam diskusi antar operator telekomunikasi terkait dengan konsolidasi ini.

    Tidak hanya soal titik temu, Dian juga menilai konsolidasi ini membutuhkan regulasi pendukung yang sudah matang.

    Hingga saat ini, regulasi terkait konsolidasi dinilai Dian masih belum lengkap dan mendetil, termasuk soal nasib frekuensi yang digunakan oleh operator yang diakusisi oleh operator lain.

    Kejelasan regulasi terkait frekuensi ini juga menjadi hal penting yang diakui Dian dibutuhkan operator telekomunikasi untuk dapat melakukan konsolidasi dengan lebih baik.

    Sementara itu, juga di acara peresmian laboratorium IoT XL Axiata, X-CAMP, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut menyoal konsolidasi ini, dibutuhkan kerja sama yang beriringan antara pemerintah dan operator telekomunikasi. Hal ini, lanjut Rudiantara, guna pembentukan regulasi yang tidak tepat sasaran.

    “Harus dua-duanya, jadi jangan dibuat kebijakan tentang konsolidasi, nanti tak ada yang konsolidasi. Concern-nya harus sudah di-address,” ujar Rudiantara.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id