google  

Google Duplex Assistant Dapat Menggantikan Pusat Panggilan?

Lufthi Anggraeni - 07 Juli 2018 13:17 wib
Google Duplex diperkirakan dapat menggantikan pekerja di
Google Duplex diperkirakan dapat menggantikan pekerja di industri pusat panggilan.

Jakarta: Laporan terbaru dari The Information mengklaim bahwa sejumlah perusahaan besar tengah dalam tahap awal pengujian asisten suara berbahasa alami karya Google, Duplex, untuk digunakan pada aplikasi perusahaan seperti pusat panggilan, guna menjawab pertanyaan terkait pelayanan pelanggan.

Laporan ini muncul saat industri pusat panggilan pelanggan berbasis cloud tengah mengalami peningkatan signifikan, mencapai USD6,8 miliar (Rp97,5 triliun) pada tahun 2017 lalu. Industri ini diprediksi akan mencapai nilai sebesar USD20,9 miliar (Rp299 triliun) pada tahun 2022.

Dan sejumlah perusahaan yang telah berada di industri ini seperti Amazon, IBM, Microsoft, Cisco, Avaya, dan Genesys, menawarkan solusi pusat panggilan berteknologi cloud. Perwakilan Google menyebut bahwa perusahaannya tidak melakukan pengujian teknologi secara aktif, dengan pelaku bisnis.

Pelaku bisnis disebut Google dapat mengeksplorasi cara untuk menggunakan teknologi tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Jika berhasil, Google Duplex dapat mengganggu bisnis pusat panggilan dan berpotensi menggantikan pekerja di bisnis tersebut.

Kemampuan Google Duplex untuk memahami saat pelanggan menelepon dengan perilaku kurang baik dan dengan tanggapan kurang baik.

Sebagai informasi, Google Duplex merupakan perpanjangan dari Google Assistant dengan kemampuan suara menyerupai manusia saat melakukan panggilan atau berbincang dengan manusia.

Sebelumnya, Google menggulirkan update berbekal kompatiblitas dengan layar Apple iPhone X untuk aplikasi Inbox. Hal ini berarti pengguna tidak akan lagi menemukan bagian hitam di atas dan bawah tampilan saat mengakses aplikasi ini di iPhone X. 

Google juga baru saja mematenkan paten terbaru, mengindikasikannya tengah mempersiapkan kemampuan pelacakan fitness dengan bantuan AI. Kemampuan fitness tersebut disebut akan membantu pengguna untuk menjadi lebih aktif dan mencapai tujuan fitness setiap harinya.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.