Xiaomi Batal Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat

    Lufthi Anggraeni - 14 Mei 2021 07:44 WIB
    Xiaomi Batal Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat
    Pemerintah mengumumkan penghapusan nama Xiaomi dari daftar hitam dan menganulir keputusan tersebut.



    Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat menganulir keputusan menempatkan Xiaomi di daftar hitam perdagangan negaranya, yang dibuat oleh mantan presiden Donald Trump, dan mengeluarkan perusahan yang didirikan Lei Jun tersebut dari daftar itu.

    Sebagai pengingat, keputusan memasukan Xiaomi ke dalam daftar hitam dibuat Donald Trump pada pekan terakhir kepemimpinannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), dan melarang warga negaranya untuk berinvestasi pada Xiaomi.

     



    Mengutip The Verge, kala itu, Trump mengambil keputusan tersebut atas dasar penilaian bahwa Xiaomi memiliki hubungan dengan militer komunis Tiongkok, bersama dengan sembilan perusahaan Tiongkok lainnya.

    Xiaomi kemudian menggugat keputusan tersebut, dan dikabulkan oleh hakim Rudolph Contreras di US District Court for the District of Columbia, menghasilkan perintah untuk membatalkan pemblokiran tersebut.

    Contreras dan menilai bahwa keputusan AS ini merupakan bentuk dari tindakan sewenang-wenang dan tidak terduga. Sementara itu, Xiaomi telah membantah tuduhan Trump bahwa perusahaannya dimiliki dan dikendalikan oleh militer komunis Tiongkok.

    Wall Street Journal sebelumnya juga melaporkan alasan di balik pencekalan Xiaomi, mengungkap bahwa terdapat dokumen yang menyebut pencekalan Xiaomi disebabkan oleh penghargaan dari Kementerian Industri dan Informasi Teknologi Tiongkok (MIIT) yang diterima Lei Jun.

    Kementerian Pertahanan AS menyebut bahwa MIIT merupakan badan pemerintah yang bertugas dalam mengatur fungsi sipil-militer Tiongkok.Di bawah program ini, pemerintah Tiongkok bekerja sama dengan bisnis swasta dalam menciptakan teknologi untuk dipergunakan oleh militer.

    Sementara itu, sama-sama masuk masuk dalam daftar hitam, nyatanya nasib Xiaomi berbeda jika dibandingkan dengan Huawei. Sebagai pengingat, pemerintah AS menerapkan larangan kerjasama dan penggunaan teknologi asal negaranya secara lebih luas untuk Huawei.

    Sedangkan Xiaomi dinilai lebih beruntung, sebab pemerintah AS baru menerapkan larangan bagi perusahaan asal negaranya untuk menanamkan investasi pada perusahaan itu. 

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id