Tablet Android Sepi, MediaTek Bidik Pasar Speaker Pintar

    Cahyandaru Kuncorojati - 02 Mei 2019 14:28 WIB
    Tablet Android Sepi, MediaTek Bidik Pasar Speaker Pintar
    Konferensi per MediaTek di Jakarta, Kamis 2 Mei 2019
    Jakarta: Hari ini MediaTek berkunjung ke Jakarta. Dalam kunjungannya, pihak MediaTek memperkenalkan teknologi AI atau kecerdasan buatan di prosesor buatannya.

    Dalam presentasinya, Senior Manager Corporate Sales Asia & Africa MediaTek, Pang Sui Yen, menuturkan bahwa MediaTek mendominasi pangsa pasar tablet Android, sementara di pasar smartphone berada di nomor dua. Data tersebut dikumpulkan dari beragam hasil laporan firma riset pasar di 2018.
    Namun, seperti yang diketahui bahwa kini beberapa tahun belakang pasar tablet Android kian sepi. Di Indonesia sendiri, tercatat sedikit vendor yang masih menawarkan produk tablet Android, yaitu Samsung dan Advan.

    "MediaTek sangat mendominasi di tanlet Android selama ini, dan hingga saat ini. Namun kami akui bahwa pasar tablet semakin menurun, kondisi ini tidak hanya di Indonesia tapi di global," tutur Yen.

    Mengutip data IDC di bulan Agustus 2018. Laporan pasar tablet Android di kuartal kedua 2018 angka pengiriman globalnya turun dua digit. Padahal kuartal dan beberapa tahun sebelumnya penurunan hanya satu digit.

    Angka pengiriman global tablet Android yang awalnya 33 juta berkurang sebanyak lima juta unit pada kuartal tersebut. IDC menyebut penurunannya menyentuh 13,5 persen.

    Bagaimana dengan bisnis MediaTek? Yen mengaku MediaTek sudah mengubah strategi menghadapi kondisi tersebut. Caranya dengan membangun pasar baru, yaitu di segmen smart home device, salah satunya di smart speaker.

    "Pasar smart home device adalah pasar berkembang. Dari sisi perkembangan teknologinya, produk smart speaker yang ditenagai prosesor atau SoC yang didukung AI sehingga memiliki asisten digital pintar," jelas Yen.

    MediaTek diketahui memiliki fitur teknologi AI bernama NeuroPilot yang sudah diperkenalkan di MediaTek P60 dan yang dirilis tahun lalu, MediaTek P70. Yen menyebut MediaTek NeuroPilot mengusung konsep EdgeAI.

    "EdgeAI berbeda dengan teknologi AI yang lain. Kebanyakan proses kerja teknologi ini mengandalkan koneksi internet cepat dan bekerja di platform cloud. Jadi kecepatan respon AI akan tergantung koneksi internet," beber Yen.

    "Sementara EdgeAI adalah konsep proses kerja AI dilakukan langsung di device. Jadi kemampuan AI bisa mengenali kebiasaan penggunanya dengan sangat mendalam untuk menyajikan pengalaman yang lebih personal dan terbaik," jelas Yen.

    Tidak bisa diremehkan, teknologi AI NeuroPilot MediaTek juga sudah hadir dalam smart speaker Amazon Echo. Teknologi MediaTek digunakan untuk mendukung kemampuan asisten digital Amazon Alexa.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id