Vaksin Covid-19 Populer Jadi Modus Kejahatan Siber

    Cahyandaru Kuncorojati - 05 Mei 2021 14:29 WIB
    Vaksin Covid-19 Populer Jadi Modus Kejahatan Siber
    Ilustrasi.



    Jakarta: Perusahaan pengembang keamanan siber Kaspersky terus memantau kejahatan siber yang berlangsung di tahun ini. Di laporan terbaru ternyata kejahatan siber di masa pandemi Covid-19 terus ramai terjadi dengan beragam cara dan modus.

    Di laporan terbaru, Kaspersky mengklaim bahwa penjahat siber masih ramai mengeksploitasi tema terkait Covid-19 sebagai modus kejahatan terutama di metode email spam dan halaman phising menurut laporan berjudul “Spam and Phishing in Q1 2021” dari Kaspersky.






    Di sepanjang kuartal pertama tahun ini, Kaspersky mengklaim bahwa tema terkait vaksin Covid-19 populer digunakan penjahat siber. Mereka menggunakan email spam dan situs phishing yang mengaku menawarkan vaksinasi Covid-19 kepada korbannya.

    Contohnya, mendapatkan vaksin, berpartisipasi dalam mengikuti survei, atau mendiagnosis Covid-19. Misalnya, beberapa pengguna dari Inggris Raya menerima email yang tampaknya berasal dari Layanan Kesehatan Nasional negara tersebut.

    Penerima diundang untuk divaksinasi, setelah terlebih dahulu mengkonfirmasi kemauan mereka untuk divaksinasi dengan mengikuti tautan. Pengguna harus mengisi formulir dengan data pribadinya, termasuk detil kartu bank.

    Halaman situs palsu tersebut diciptakan untuk menjebak dan mencuri data pribadi korbannya. Akibatnya, mereka menyerahkan data pribadi dan finansial mereka kepada para penipu online. Mereka biasanya mengakui sebagai perwakilan dari perusahaan farmasi besar.

    Terakhir, para ahli Kaspersky menemukan email spam yang menawarkan layanan atas nama pabrikan Tiongkok. Email tersebut menawarkan produk untuk mendiagnosis dan mengobati virus, tetapi paling utama adalah pada penjualan jarum suntik vaksinasi.

    “Di tahun 2021 ini, kami masih melihat kelanjutan dari tren 2020. Para pelaku kejahatan siber masih secara aktif memanfaatkan tema COVID-19 untuk memikat calon korban. Saat program vaksinasi virus Corona telah diluncurkan, pelaku spam telah mengadopsi proses tersebut sebagai umpan,” ujar pakar keamanan siber Kaspersky, Tatyana Shcherbakova.

    “Penting untuk diingat bahwa meskipun penawaran semacam itu mungkin terlihat menguntungkan, kemungkinan kesepakatan yang berhasil adalah nol. Para pengguna dapat menghindari kehilangan data atau, dalam beberapa kasus uang, jika mereka tetap waspada,” tambahnya.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id