Bekraf: RUU Ekonomi Kreatif untuk Kepentingan Pembuat Game Lokal

    Lufthi Anggraeni - 30 September 2019 15:05 WIB
    Bekraf: RUU Ekonomi Kreatif untuk Kepentingan Pembuat Game Lokal
    RUU Ekonomi Kreatif juga ditujukan untuk mendukung pengembang game lokal.
    Jakarta: Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif baru saja disahkan oleh DPR RI pada hari Kamis, 26 September 2019 lalu. Regulasi ini disebut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dibuat fleksibel untuk pelaku usaha.

    Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyebut RUU ini juga ditujukan untuk pelaku usaha industri kreatif di bidang pengembangan aplikasi dan game. Regulasi ini disebutnya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembang game lokal.

    “RUU Ekonomi kreatif ini dibuat untuk kepentingan dan memikirkan developer atau pembuat game-nya. Kami mendukung lebih banyak lagi developer lokal muncul. Walaupun game dari luar negeri, kami mengajak ke Indonesia melakukan post production di sini,” ujar Hari.

    Hari menjelaskan, bentuk dukungan pemerintah termasuk memberikan kuasa kepada pemerintah daerah untuk menciptakan insentif untuk pelaku industri kreatif di wilayah masing-masing.

    Saat ini, Hari menyebut untuk pengembang game, pemerintah akan merujuk pada insentif pajak yang diberikan kepada pembuat film, mengingat proses pembuatan game serupa dengan film.

    Insentif ini disebut akan diberikan untuk industri, pengembang, penerbit, tenaga kerja atau animator, dengan harapan dapat mendorong kemunculan pelaku asal Indonesia.

    Bekraf juga berencana untuk mengundang pemodal asing ke Indonesia, dengan memberikan insentif khusus. Namun pemodal asing ini, lanjut Hari, harus menyerap tenaga kerja lokal, seperti animator ataupun pengembang.

    Sementara itu, Hari menjelaskan bahwa peranan game dalam kontribusi pendapatan dunia mencapai USD1 miliar (Rp14,1 triliun).

    Pada besaran tersebut, Indonesia berkontribusi sebanyak 0,016 persen. Market size game dunia diperkirakan akan mencapai USD234 miliar (Rp3.318 triliun) pada tahun 2025 mendatang.

    Dan pemerintah menargetkan bahwa market size game Indonesia harus mencapai 0,1 persen dari market size global pada tahun 2025 tersebut. Perhitungan dengan melibatkan nilai global karena umumnya game karya pengembang Indonesia juga dipasarkan secara global.

    Selain itu, Bekraf juga berencana untuk memboyong pengembang Indonesia ke luar negeri. Hal ini didorong oleh perolehan pengembang asal Bandung, Agate, yang berhasil mengantongi USD1 juta dalam waktu satu bulan di pasar Amerika Serikat, setelah menghadirkan game bertajuk Valtarian di PS4.

    Keberhasilan Agate ini dinilai Hari membuka peluang untuk pengembang Indonesia di luar negeri. Hari juga menyebut hal ini menunjukan keunikan pasar Indonesia, yang umumnya akan tertarik pada game populer di luar negeri, meski merupakan karya pengembang lokal.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id