Facebook Tuntut Situs Penjual Like Instagram

    Lufthi Anggraeni - 22 Juni 2020 09:15 WIB
    Facebook Tuntut Situs Penjual Like Instagram
    Facebook melayangkan tuntutan kepada dua perusahaan yang menyalahgunakan platform miliknya.
    Jakarta: Jejaring sosial Facebook mendaftarkan dua tuntutan hukum pada pekan lalu terhadap dua operator dari dua situs yang menyalahgunakan platform miliknya. Kedua situs ini menjual Like di Instagram serta memanen password dan informasi pengguna Facebook.

    Tuntutan ini diumumkan pada unggahan di blog resmi Facebook, dan merupakan informasi terbaru terkait rangkaian litigasi yang didaftarkan perusahaan ini selama satu setengah tahun terakhir, seperti laporan ZDnet.

    Tuntutan tersebut terdiri dari tuntutan di Spanyol, merupakan tuntutan pertama yang dilayangkan Facebook di Madrid. Facebook menuntut perusahaan lokal bernama MGP25 Cyberint Services, yang mengoperasikan situs online penjual Like dan komentar Instagram.

    Facebook menyebut layanan perusahaan tersebut dirancang untuk menghindari batasan Instagram terkait interaksi palsu dengan meniru aplikasi resmi Instagram dalam cara terhubung dengan sistem. Selain itu, Facebook juga menyebut bahwa situs lokal Spanyol tersebut melakukan tindakan tidak terpuji ini untuk mendapatkan keuntungan.

    MGP25 Cyberint Services juga disebut Facebook terus melakukan tindakan tidak terpuji tersebut bahkan setelah pihaknya mengirimkan surat Cease and Desist dan menonaktifkan akun mereka. Selain itu, Facebook juga mendaftarkan tuntutan hukum kedua di Amerika Serikat, termasuk di pengadilan San Francisco.

    Tuntutan tersebut dilayangkan terhadap Mohammad Zaghar, pemilik dari situs Massroot8.com. Situs ini mengklaim memungkinkan pengguna mengelola sejumlah akun Facebook bersamaan, namun Facebook menuduh bahwa layanan milik Zaghar mencuri password pengguna Facebook saat membuat akun.

    Jejaring sosial ini menyebut bahwa Zaghar kemudian menggunakan password tersebut untuk secara diam-diam mengakses dan menelaah akun pengguna serta mengumpulkan data dari teman mereka. Menurut dokumen pengadilan, Facebook menyebut layanan ini mengakses lebih dari 5.000 akun penggunanya.

    Operasi ini disebut Facebook melanggar Computer Fraud and Abuse Act, hukum Amerika Serikat yang mengatur tindakan peretasan. Director of Platform Enforcement and Litigation Facebook Jessica Romero menyebut mengirimkan Zaghar surat Cease and Desist dan menonaktifkan akun Facebooknya.

    Meskipun demikian, situs Massroot8 masih beroperasi hingga saat ini. Sebelum mengoperasikan Massroot8, Facebook mengklaim Zaghar juga mengoperasikan dua situs lainnya yaitu fast-likers.com dan fast-autolikers.com, yang menjual Like dan pengikut di Facebook.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id