FBI Peringatkan Serangan Zoom-Bombing Kepada Pengguna Zoom

    Cahyandaru Kuncorojati - 31 Maret 2020 10:41 WIB
    FBI Peringatkan Serangan Zoom-Bombing Kepada Pengguna Zoom
    Ilustrasi. (ZDnet)
    Jakarta: Aplikasi Zoom mendadak populer di tengah pandemi COVID-19 dan kebijakan bekerja dari rumah (work from home). Aplikasi ini dinilai sangat mudah digunakan untuk melakukan video conference bagi pekerja maupun pelajar.

    Namun, beberapa waktu lalu banyak pengguna Zoom yang menerima fenomena Zoom-Bombing. Peristiwa ini dijelaskan sebagai usaha akun Zoom yang tidak dikenal kemudian masuk ke sebuah sesi video conference. Di dalamnya dia akan memutar konten seperti video porno.

    Hal ini akan menimbulkan rasa malu bagi peserta video conference terutama host atau yang menggelar sesi tersebut. Dikutip dari situs Newsweek, lembaga FBI di Amerika Serikat sudah mengeluarkan peringatan bagi pengguna Zoom.

    Dilaporkan bahwa FB banyak menerima aduan aksi Zoom-Bombing yang mengunggah video porno maupun ujaran kebencian. FBI mengimbau setiap pengguna untuk mengecek fitur privasi atau keamanan di aplikasi.

    Misalnya, tidak memberikan izin pengguna untuk membagikan konten tanpa seizin host. Kemudian tidak membagikan tautan untuk masuk atau bergabung ke sesi video conference di media sosial yang bisa dilihat publik.

    FBI juga menyatakan bahwa semakin banyak file berupa malware maupun situs yang terindikasi berbahaya dengan menggunakan kata Zoom pada nama file atau situs tersebut. Jadi pengguna internet diharapkan tidak asal mengklik tautan atau alamat situs mencurigakan ini.

    Dikutip dari NBC Boston, FBI mulai meberikan peringatan setelah dua sekolah di kota tersebut mengalami Zoom-Bombing saat menggelar pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi Zoom. Pelaku yang tidak diketahui mengunggah foto Swastika atau logo NAZI dan video porno.

    FBI melihat Zoom-Bombing mulai menjadi sebuah fenomena yang dilakukan oleh peretas maupun pengguna internet yang jahil setelah menemukan tautan video conference Zoom.

    Dilaporkan bahwa di tahun 2019 seorang peretas pernah membobol apliaksi webcam di sebuah laptop atau komputer melalui aplikasi video conference. Di sini peretas bisa diam-diam mengawasi kegiatan korbannya.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id