Tidak Cukup Aman, Microsoft Larang Pegawai Gunakan Slack

    Lufthi Anggraeni - 24 Juni 2019 13:13 WIB
    Tidak Cukup Aman, Microsoft Larang Pegawai Gunakan Slack
    Microsoft dilaporkan melarang pegawainya untuk menggunakan Slack akibat kekhawatiran soal keamanan.
    Jakarta: Microsoft dilaporkan melarang pegawainya untuk menggunakan Slack. Selain karena produk karya kompetitor, larangan ini juga disampaikan Microsoft akibat kekhawatiran soal keamanan pada Slack.

    GeekWire, situs pertama yang menerima informasi ini dari pegawai Microsoft, melaporkan bahwa pegawai tidak diizinkan untuk menggunakan Slack pada kegiatan pekerjaan, melakukan pelacakan, dan menangani daftar internal terlarang serta teknologi rahasia.

    Slack disebut sebagai aplikasi kolaborasi, di antara software dan layanan online yang tersedia di pasar, sebagai kompetitor produk karya Microsoft. Namun alasan utama memasukan Slack pada kategori produk yang dilarang Microsoft karena ketidakmampuannya dalam melindungi rahasia perusahaan.

    Selain Slack, aplikasi lain yang masuk dalam kategori dilarang adalah pemeriksa tata bahasa Grammaly dan software keamanan Kaspersky. Sementara itu, aplikasi yang masuk dalam daftar Tidak Disarankan karya Microsoft termasuk Amazon Web Service, Google Docs, PagerDuty, dan GitHub.

    Sebagai informasi, GitHub merupakan komunitas pengembangan software yang diakuisisi Microsoft pada tahun 2018 lalu, senilai USD7,5 miliar (Rp106,2 triliun). Penggunaan Amazon Web Services dan Google Docs dilaporkan memerlukan pembenaran bisnis untuk penggunaan kategori pegawai.

    Sementara itu, GitHub tidak disarankan karena memerlukan tipe informasi, spesifikasi atau kode dengan kerahasiaan tinggi. Grammarly dilarang karena mampu mengakses konten yang dilindungi oleh Information Rights Management pada dokumen dan email pegawai.

    Larangan Microsoft ini dinilai sejumlah pihak masuk akal karena terkait dengan permasalahan keamanan. Namun, pada industri teknologi yang berkembang pesat, akses ke aplikasi ini dapat membantu pegawai meningkatkan kemampuan produk mereka, sembari memahami penawaran produk jika dibandingkan dengan pesaing.

    Rumor yang beredar di kalangan pegawai Microsoft menyebut bahwa larangan penggunaan aplikasi Slack ini karena aplikasi tersebut berbekal banyak fitur bermanfaat, serta hadir dengan antarmuka pengguna yang sederhana.

    Aplikasi Slack juga dilaporkan menawarkan sejumlah hal termasuk notifikasi lebih personal, ruang kerja yang unik dan konektivitas dengan aplikasi pihak ketiga. Microsoft Teams juga menawarkan sebagian besar dari fitur ini, namun pegawai telah terlebih dahulu menggunakan Slack dan berkeberatan untuk beralih ke aplikasi lain.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id