comscore

Uber Rumahkan 400 Pegawai

Lufthi Anggraeni - 31 Juli 2019 07:29 WIB
Uber Rumahkan 400 Pegawai
Uber merumahkan sepertiga tim pemasarannya di seluruh dunia, berjumlah sekitar 400 orang.
Jakarta: Uber merumahkan sepertiga dari tim pemasarannya, berjumlah sekitar 400 pegawai, sebagai upaya perusahaan transportasi online ini untuk mengurangi biaya serta menyederhanakan operasionalisasinya, setelah melakukan IPO pada bulan Mei lalu.

Pemangkasan yang diumumkan secara internal pada Senin lalu ini dilaksanakan di sejumlah kantor Uber di seluruh dunia, seperti laporan New York Times. Sebagai informasi, tim pemasaran Uber memiliki pegawai berjumlah lebih dari 1.200 pegawai sebelum proses perumahan dilaksanakan.
Uber memiliki 25.000 pegawai di seluruh dunia, sebagian besarnya berlokasi di Amerika Serikat. Sayangnya, Uber enggan berkomentar terkait dengan proses perumahan tim pemasarannya ini.

Perumahan pegawai ini menjadi upaya terbaru Uber setelah melakukan penawaran publik awal (IPO) pada dua bulan lalu. Selama perjalanannya ke pasar publik, Uber menghadapi sejumlah keraguan yang disuarakan Wall Street terkait kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan.

Keraguan Wall Street Journal ini didasari oleh penilaian bahwa transportasi online merupakan bisnis mahal, dan penyedia layanan kerap menghamburkan banyak biaya untuk merekrut pengemudi dan memberikan subsidi pada perjalanan.

Keraguan ini berdampak pada IPO Uber, terlihat pada penurunan saham perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sebesar 7,6 persen pada hari pertama perdagangannya di New York Stock Exchange. Hal ini mendorong Chief Executive Officer Uber Dara Khosrowshahi untuk melakukan perubahan di perusahaannya.

Pada bulan Juni lalu, Khosrowshahi mengeluarkan dua anggota tim eksekutif yaitu Chief Operating Officer Barney Harford dan Chief Marketing Officer Rebecca Messina. Khosrowshahi menghilangkan peran Messina secara keseluruhan, dan tim pemasaran mengalami perubahan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Komunikasi Jill Hazelbaker.

Uber juga mengalami perubahan di jajaran direksi, ditandai oleh pengunduran diri Ryan Graves, pegawai pertama dan salah satu direktur di perusahaan transportasi online ini pada bulan Mei lalu.

Pekan lalu, dua anggota direksi lain yaitu pendiri Thrive Global Arianna Huffington dan Venture Capitalist di Benchmark Matt Cohler juga mengundurkan diri dari posisi mereka.

Baik Huffington maupun Cohler terlibat secara penuh pada kemunduran pendahulu Khosrowshahi, yaitu Travis Kalanick, dari Uber pada tahun 2017 lalu. Dalam penyataannya, Huffington menyebut keputusannya ini bertujuan untuk terfokus pada pertumbuhan perusahaannya.

Sedangkan Cohler menyatakan bahwa dirinya menyukai posisi yang diberikan kepadanya di Uber. Sementara itu hingga saat ini, Uber belum mengumumkan pengganti dari anggota direksi yang mengundurkan diri tersebut.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id