Sony Tutup Situs Sony Mobile

    Lufthi Anggraeni - 21 Februari 2020 15:22 WIB
    Sony Tutup Situs Sony Mobile
    Sony menghentikan operasionalisasi situs Sony Mobile dan mengalihkan pengakses ke Sony.com.
    Jakarta: Sony menjual 1,3 juta unit smartphone Xperia pada kuartal lalu dan diprediksi hanya akan mengapalkan sebanyak 700 ribu unit pada kuartal ini. Sony telah mengalami penurunan penjualan smartphone selama beberapa tahun terakhir dan diperkirakan belum akan membaik.
     
    Berdasarkan hal ini, Sony memutuskan untuk menghentikan operasionalisasi situs resmi Sony Mobile. Mengakses situs khusus untuk Xperia yang menampilkan perangkat karya Sony selama 10 tahun terakhir ini, pengunjung akan diarahkan ke situs Sony.com.
     
    Pada situs tersebut, pengunjung dapat menemukan lini smartphone karya Sony di bagian Mobile pada menu Electronics. Perubahan ini dijalankan Sony tanpa memperingatkan konsumen terlebih dahulu, meski dinilai Phone Arena bukan sebagai hal yang mengejutkan.
     
    Sony telah mengonfirmasi rencananya untuk menutup forum dukungan resmi Xperia dalam waktu dekat, serta juga mengumumkan akan menutup Sony Mobile Communications AB, bisnis yang didedikasikan khusus untuk perangkat mobile di pasar Eropa.
     
    Penonaktifan situs web ini merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan diperkirakan sebagai langkah baru Sony dalam mengurangi biaya operasional. Mengalami penurunan permintaan untuk smartphone Xperia, Sony bertekad untuk mengubah kondisi dan meraih keuntungan pada tahun depan.
     
    Sony juga berharap untuk mencapai targetnya ini dengan mengombinasikan metode pengurangan biaya dengan meningkatkan permintaan untuk smartphone karyanya, berkat pembekalan kompatibilitas dengan jaringan 5G, serupa harapan yang diusung oleh HTC dan LG.
     
    Sebelumnya, Sony PlayStation mengumumkan undur diri dari gelaran acara industri game bertajuk PAX East 2020, akibat kekhawatiran menyoal COVID-19. Acara ini akan berlangsung di Boston, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Februari 2020.
     
    Namun kecemasan Sony PlayStation kali ini dianggap berlebihan, sebab Boston diakui belum menjadi kota yang punya potensi penyebaran virus Covid-19. Acara PAX East 2020 sendiri diklaim pengunjungnya didominasi oleh warga lokal Amerika Serikat.
     
    Sementara itu, Sony hanya memberikan informasi bahwa PlayStation 5 (PS5) akan dirilis pada musim liburan tahun ini, yang diperkirakan pada momen Hari Natal di akhir Desember. Namun, beredar rumor menyebut Sony tengah berupaya untuk menekan harga PS5 sehingga tidak lebih mahal dari PS4. 
     
    Kabarnya hal ini tidak bisa dihindari akibat biaya produksi tinggi terkait komponen yang digunakan PS5. Sebab komponen yang digunakan untuk proses produksi ternyata sedang dalam kondisi langka. PS5 dirumorkan bisa dibanderol di di atas USD450 (Rp6,1 juta).



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id