Analis: Apple Harus Beli Mesin Pencarian ini Sebelum Terlambat

    Lufthi Anggraeni - 09 Juni 2020 14:30 WIB
    Analis: Apple Harus Beli Mesin Pencarian ini Sebelum Terlambat
    Seorang analis menilai Apple akan mengalami keuntungan lebih besar jika mengakuisisi DuckDuckGo.
    Jakarta: Analis Bernstein, Toni Sacconaghi menyebut bahwa Apple menerima sekitar USD8 miliar (Rp112,5 triliun) per tahun sehingga Google dapat menjadi mesin pencarian default di perangkat iOS seperti iPhone. Hal ini menghasilkan pendapatan iklan berjumlah besar untuk Google.

    Phone Arena melaporkan bahwa Google menerima sebesar USD25 miliar (Rp351,7 triliun) per tahun dari iOS, dan pendapatan yang diperoleh Apple dari perusahaan mesin pencarian ini hanya menjadi keuntungan bagi raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

    Sacconaghi menyebut bahwa alasan Google membayarkan biaya dalam jumlah besar tersebut kepada Apple didasari ketakutan bahwa Google akan dikalahkan oleh Microsoft jika tidak memberikan dana tersebut.

    Hal ini akan menjadikan Bing sebagai mesin pencarian default baru untuk smartphone karya Apple, iPhone. Namun Sacconaghi juga menyebut bahwa hal ini tidak berarti Apple bebas dari risiko, sebab jika Apple menggantikan Google dengan Bing, Microsoft dapat kehilangan minat untuk menjadikan Bing sebagai prioritas perusahaannya.

    Dengan demikian, Microsoft dapat menghentikan pengembangan mesin pencarian karyanya tersebut sebagai opsi pencarian default di iPhone. Hal ini berpotensi menyebabkan Google kehilangan minat untuk kembali menjadikan Google sebagai mesin pencarian default iOS, meski dengan biaya lebih terjangkau.

    Selain itu, Sacconaghi juga menyebut bahwa Apple dapat membeli kebijakan asuransi berharga terjangkau untuk menghadapi skenario tersebut dengan membeli mesin pencariannya sendiri. Sacconaghi secara tepat menekankan bahwa Apple tidak dapat memonetisasi pencarian tanpa bantuan pihak ketiga dan seharusnya membeli DuckDuckGo.

    Dengan pangsa pasar sebesar 1,35 persen dari keseluruhan pasar Amerika Serikat per bulan Mei lalu, memiliki DuckDuckGo dinilai berpotensi untuk menimbulkan kekhawatiran untuk Google terkait dengan kehilangan pendapatan bernilai USD25 miliar (Rp351,7 triliun) dari pencarian iOS tersebut.

    Sebagai informasi di pasar Amerika Serikat, mesin pencarian Google mencakup pangsa pasar sebesar 88,16 persen, sedangkan Bing sebesar 6,51 persen. Selain itu, Sacconaghi menyebut bahwa pembelian ini dapat dilakukan Apple dengan harga kurang dari USD1 miliar (Rp14,07 triliun).

    Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan pendapatan Apple secara keseluruhan. Dengan 93 pegawai pada bulan Mei lalu, DuckDuckGo sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan akuisisi Apple pada umumnya, dan menangani sebanyak 61,75 pencarian per hari pada bulan Mei 2020, serta penyimpanan pencarian tidak dapat dihubungkan dengan pengguna individual. 

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id