Disney Klaim Punya 26,5 Juta Pelanggan Disney+

    Lufthi Anggraeni - 05 Februari 2020 10:53 WIB
    Disney Klaim Punya 26,5 Juta Pelanggan Disney+
    Disney+ dilaporkan memiliki pelanggan sebanyak 26,5 juta pada kuartal lalu.
    Jakarta: Disney mengumumkan laporan pendapatan Q1, menyebut bahwa layanan streaming barunya, Disney+, telah memiliki sebanyak 26,5 juta pelanggan berbayar selama kuartal tahun fiskal terbaru itu.
     
    CEO Bob Iger mengoreksi laporan tersebut, mengklaim bahwa jumlah pelanggan mengalami peningkatan menjadi 28,6 juta pelanggan. Disney juga mengumumkan bahwa pada bulan November lalu, Disney+ telah memiliki sebanyak 10 juta pelanggan dalam kurun waktu satu hari setelah diluncurkan.
     
    Iger juga menyebut bahwa sekitar 20 persen dari 26,5 juta pelanggan berasal dari kerja sama distribusi dengan Verizon, yang menawarkan berlangganan Disney+ secara gratis selama satu tahun untuk sejumlah pelanggan Verizon.
     
    Namun tidak tersedia garansi bahwa pengguna yang mendapatkan tawaran percobaan Disney+ gratis ini akan kembali berlangganan sebagai pengguna berbayar setelah masa percobaan selesai. Disney juga tidak melakukan update pada panduan untuk layanannya.
     
    Disney sebelumnya memprediksi antara 60 juta hingga 90 juta pelanggan pada akhir tahun fiskal 2024. Sebagian besar pertumbuhan pelanggan diperkirakan didorong oleh acara unggulan, The Mandalorian, namun musim pertama acara ini telah berakhir pada bulan Desember lalu.
     
    Pada panggilan konferensi Disney, Iger menyebut bahwa konversi dari gratis menjadi berbayar dan tingkat peralihan lebih baik dari prediksi perusahaan hiburan ternama ini. Sebagai informasi, peralihan ini mengacu pada kecepatan pendaftaran dan pembatalan yang dilakukan oleh pengguna.
     
    Selain itu, saham Disney meningkat sekitar satu persen setelah beberapa jam diumumkan. Pesaing utama Disney yaitu Netflix, pada laporan pendapatan bulan lalu menyebut layanannya memiliki lebih dari 67 juta pelanggan di seluruh Amerika Serikat dan Kanada.
     
    Namun, pertumbuhan ini dilaporkan lebih rendah dari prediksi menyoal pelanggan di wilayah Amerika Serikat pada kuartal tersebut. Hal ini diperkirakan mengindikasikan pelanggan streaming dari pesaing seperti Disney+.
     
    Pemberitaan ini hadir setelah Apple menolak untuk merilis laporan terkait dengan jumlah pelanggan untuk layanan streaming barunya, AppleTV+, pada laporan pendapatan per kuartal terbarunya pekan lalu.
     
    Sektor ini hanya akan menjadi semakin kompetitif sevav perang layanan streaming terus memanas. Layanan streaming Apple, AppleTV+, mulai digulirkan pada bulan November tahun 2019 lalu.
     
    Dalam beberapa bulan mendatang. WarnerMedia milik AT&T akan meluncurkan HBO Max, dan NBCUniversal milik Comcast akan menggulirkan Peacock pada bulan April mendatang. Disney+ awalnya diluncurkan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, dan Belanda.
     
    Pada bulan Januari lalu, Disney menyebut akan digulirkan layanan ini di negara lain di Eropa pada tanggal 24 Maret mendatang, dan akan digulirkan pada bulan Oktober mendatang pada Amerika Latin.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id