Alibaba Cloud Tanam Solusi E-Commerce untuk Peritel

    Lufthi Anggraeni - 24 Maret 2020 15:42 WIB
    Alibaba Cloud Tanam Solusi E-Commerce untuk Peritel
    Ilustrasi: Alibaba
    Jakarta: Alibaba Cloud mengumumkan serangkaian solusi e-commerce untuk bisnis yang terkena dampak buruk oleh wabah virus korona. Solusi khusus ini diklaim akan memungkinkan peritel meluncurkan platform e-commerce B2C dalam waktu lima hari.
     
    Solusi e-commerce ini diklaim menyediakan serangkaian produk dan solusi Alibaba Cloud yang siap digunakan pada komputasi, database, multimedia dan live video streaming, kolaborasi, dan analisis data serta keamanan untuk membantu peritel meluncurkan bisnis e-commerce dengan cepat.
     
    “Industri ritel global telah dihantam keras oleh merebaknya virus Korona, dalam kondisi ini, bisnis menghadapi berbagai tantangan termasuk diantaranya akses terbatas pada pasokan, menurunnya permintaan konsumen dan berkurangnya jumlah konsumen yang datang ke toko," ujar Selina Yuan, President of International Business, Alibaba Cloud Intelligence.

    "Saat ini peritel sangat membutuhkan platform enterprise digital dan sistem e-commerce yang siap dijalankan untuk terus mengembangkan bisnis mereka di tengah kondisi yang tidak pasti ini.

    "Rangkaian solusi kami ditujukan untuk menjadikan e-commerce sebagai opsi berkelanjutan bagi peritel offline untuk dapat melanjutkan bisnis seperti biasa, dan memfasilitasi proses ini dengan cepat dan aman.” 
     
    Keunggulan utama dari solusi ini yang diklaim adalah kemampuan peritel untuk meningkatkan pengalaman berbelanja omnichannel dalam beberapa hari.

    Solusi ini diklaim mendukung tiga model bisnis yaitu: business-to-consumer (B2C), business-to-business-to-consumer (B2B2C), dan online-to-offline (O2O). Bisnis dapat meluncurkan platform B2C dalam lima hari dan B2B2C atau platform O2O dalam waktu kurang dari 25 hari.
     
    Alibaba memberi contoh Lin Qingxuan, sebuah perusahaan kosmetik yang berbasis di Tiongkok yang terkena dampak wabah virus Korona. Perusahaan ini terpaksa menutup setengah dari lokasi toko mereka sementara waktu, ditambah lagi dengan penurunan drastis pengunjung pada toko fisik mereka. Penjualan Lin Qingxuan anjlok hingga 90 persen selama musim belanja Tahun Baru Imlek 2020.
     
    Strategi yang memanfaatkan solusi ini adalah livestreaming, yang dilakukan pada Hari Valentine. Ini diklaim mampu menarik lebih dari 60.000 penonton, dan berhasil menjual lebih dari 400.000 botol minyak camelia

    “Kami dapat dengan cepat meningkatkan kemampuan livestreaming kami, melakukan perencanaan sumber daya dan menerapkan layanan pelanggan omnichannel, yang membantu kami meraih pencapaian yang besar selama waktu yang sulit ini,” ujar Sun Laichun, Founder Lin Qingxuan.
     
    Alibaba Cloud meluncurkan kampanye khusus untuk mendukung bisnis melawan virus korona melalui teknologi. Organisasi yang memenuhi syarat akan ditawarkan USD1.000 kredit cloud dan dapat mendaftar solusi e-commerce secara gratis selama 3 bulan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id