Twitter Larang Cuitan yang Tidak Manusiawi

    Lufthi Anggraeni - 06 Maret 2020 18:04 WIB
    Twitter Larang Cuitan yang Tidak Manusiawi
    Twitter mengumumkan update untuk kebijakan ujaran kebencian, kini mencakup usia, ketidakmampuan dan penyakit.
    Jakarta: Twitter telah melakukan update pada kebijakan ujaran kebencian untuk mencakup cuitan yang dinilai tidak manusiawi, yaitu pernyataan yang memperlakukan manusia lain secara tidak layak, berbasis usia, ketidakmampuan atau penyakit.

    Perubahan ini mengikuti update kepada kebijakan perusahaan yang dibuat pada bulan Juli lalu, menyebut Twitter akan menghapus tweet yang melontarkan komentar tidak manusiawi pada kelompok religius.
     
    Sebelumnya, Twitter telah menerapkan larangan luas pada tahun 2018 lalu terkait komentar tidak manusiawi untuk melengkapi kebijakan ujaran kebencian yang telah tersedia, mencakup perlindungan terhadap kelas seperti ras dan gender.
     
    Twitter telah memperbarui kebijakannya terkait komentar tidak manusiawi beberapa kali sebelumnya, guna memperbaiki kegagalan dari kebijakan sebelumnya dalam menangani kasus tertentu, serta berdasarkan pada umpan balik dari pengguna.
     
    Mengutip The Verge, Twitter menyebut bahwa cuitan dengan komentar tidak manusiawi akan segera dihapus saat dilaporkan oleh pengguna. Twitter juga menyebut bahwa melaporkan cuitan yang melanggar kebijakan baru namun diunggah sebelum kebijakan resmi diterapkan akan dihapus meski tidak menyebabkan akun ditangguhkan.
     
    Sebagai informasi, Twitter pertama kali menggulirkan kebijakan melarang ujaran tidak manusiawi di platform karyanya pada bulan September 2018 lalu. Kala itu, Twitter meminta pengguna memberikan umpan balik dan kemudian menyebut bahwa perusahaannya menerima lebih dari 8.000 respon dari lebih dari 30 negara dalam kurun waktu dua pekan.
     
    Sebagian besar umpan balik berpusat pada kebijakan yang dinilai pengguna terlalu luas. Sehingga Twitter mulai menggulirkan kebijakan untuk tipe ujaran kebencian lebih spesifik, terhadap kelompok spesifik karena melanggar peraturan, mulai dari agama, dan kini usia, ketidakmampuan dan penyakit.
     
    Dalam unggahannya, Twitter mengindikasikan bahwa lebih banyak kelompok topik yang akan dilindungi oleh kebijakan ini di masa depan. Twitter juga tidak mengizinkan komentar tidak menyenangkan soal gender atau menamai transgender dengan nama yang digunakan sebelum bertransisi, disebut dengan istilah Deadnaming, pada kebijakan yang resmi digulirkan pada akhir tahun 2018.
     
    Pada bulan Oktober 2019, perusahaan asal Amerika Serikat ini menyebut telah mengotomatisasi alat moderasi yang kini telah menandai dan menghapus lebih dari separuh dari cuitan menghina sebelum pengguna melaporkannya.
    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id