Ericsson : Covid-19 Jadi Pembuktian Peran Penting Jaringan Telekomunikasi

    Lufthi Anggraeni - 23 Juni 2020 18:08 WIB
    Ericsson : Covid-19 Jadi Pembuktian Peran Penting Jaringan Telekomunikasi
    Ericsson memprediksi jumlah pelanggan 5G di dunia mencapai 190 juta hingga akhir 2020.
    Jakarta: Ericsson memperkirakan jumlah pelanggan 5G di seluruh dunia mencapai 190 juta pada akhir tahun 2020 dan 2,8 miliar pada akhir 2025. Di wilayah Asia Tenggara dan Oseania, Ericsson memprediksi 5G akan mencapai 21 persen pada 2025.

    “Orang-orang di seluruh dunia harus mengubah kehidupan sehari-hari mereka akibat pandemi Covid-19. Perpindahan tempat kerja atau proses belajar ke rumah telah menunjukan pertumbuhan data traffic dari bisnis ke perumahan bergeser dengan cepat. Hal ini semakin menunjukan pentingnya konektivitas,” ujar Country Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper.

    Sementara itu, pertumbuhan jumlah pelanggan 5G di sejumlah negara dilaporkan Ericsson mengalami perlambatan akibat pandemi. Namun pertumbuhan pelanggan 5G di sejumlah negara lain mengalami peningkatan.

    Hal ini mendorong Ericsson meningkatkan perkiraan pertumbuhan jumlah pelanggan 5G secara global hingga akhir 2020.

    Soper menyebut 5G merupakan platform yang dibuat untuk inovasi karena teknologi ini, akan merumuskan ulang cara orang berinteraksi, cara masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari, serta cara bisnis bekerja..

    Menurut penelitian terbaru Ericsson Consumer Lab, 83 persen responden dari 11 negara menyebut teknologi informasi dan komunikasi (ICT) membantu mereka menjalani masa lockdown. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan penerapan dan penggunaan berbagai layanan ICT.

    Layanan ICT tersebut seperti aplikasi e-learning dan kesehatan, dinilai dapat membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan kenyataan baru, didukung oleh konektivitas. Sementara itu, pandemi Covid-19 saat ini juga menyoroti makna penting digitalisasi untuk bisnis di seluruh dunia.

    Konektivitas memungkinkan perusahaan terus terlibat dengan pelanggan serta melakukan transaksi bisnis secara online. Ericsson menyebut kombinasi 5G dan digitalisasi juga menciptakan peluang baru bagi penyedia layanan untuk memperluas bisnis mereka di luar konektivitas ke berbagai sektor.

    Pada tahap awal implementasi 5G, Ericsson menyarankan operator dapat mengatasi pertumbuhan data traffic dalam kapasitas sangat besar adalah dengan meningkatkan kapasitas jaringan, kecepatan, dan kualitas di wilayah metropolitan dengan peningkatan broadband seluler.

    Ericsson juga memperkirakan nilai pendapatan tambahan dari layanan digitalisasi yang menggunakan teknologi 5G untuk penyedia layanan mencapai USD41 miliar (Rp582,2 triliun) pada 2030.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id