apple  

Karyawan Curi Rahasia Perusahaan Pembobol iPhone

Lufthi Anggraeni - 06 Juli 2018 11:40 wib
Programer berhasil mencuri alat peretas iPhone milik NSO Group,
Programer berhasil mencuri alat peretas iPhone milik NSO Group, perusahaan peretas asal Israel.

Jakarta: NSO Group mendapatkan keuntungan dari bisnis peretasan iPhone dan perangkat Android.

Namun, perusahaan ini mengalami insiden peretasan yang dilakukan oleh salah satu pegawainya, dan berhasil mencuri properti intelektual berharga.

Properti intelektual yang berhasil dicuri dari perusahaan asal Israel tersebut adalah alat peretas ponsel, yang ditemukan telah ditawarkan pada situs pasar gelap.

Alat peretas ponsel tersebut dilaporkan tidak dipasarkan NSO kepada pihak kriminal, sedangkan pegawai pencuri tersebut berencana untuk menjualnya kepada penjahat.

Pegawai yang menjadi biang keladi pencurian ini dilaporkan sebagai programer berusia 38 tahun, meski tidak tersedia informasi terkait namanya. Programer ini juga disebut telah ditangkap dan dalam pengawasan jaksa umum Israel.

Sang programer dapat melakukan pencurian dengan menonaktifkan software keamanan pada komputernya, kemudian menyalin sumber kode untuk alat peretas ponsel NSO Group ke drive eksternal.

Kemudian, mengaku sebagai peretas yang berhasil menjebol keamanan NSO Group, program tersebut memasarkannya seharga USD50 juta (Rp714 miliar) di situs pasar gelap.

Namun, salah satu pihak yang dihubungi sang programer melaporkannya ke Kementerian Hukum Israel, yang segera menangkapnya. Hingga saat ini, belum ada properti intelektual milik NSO Group yang dilaporkan telah dibagikan kepada pihak ketiga.

Selain itu, mantan pegawai ini juga didakwa dengan kesimpulan bahwa dirinya dapat membahayakan keamanan negara sebab tentara Israel dilaporkan menggunakan alat peretas karya NSO Group.

Alat peretasan ponsel ini menjadi satu-satunya properti NSO Group yang terfokus pada penawaran alat dan layanan peretasan ponsel.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.