Setelah Huawei, AS Investigasi FaceApp

    Cahyandaru Kuncorojati - 18 Juli 2019 11:14 WIB
    Setelah Huawei, AS Investigasi FaceApp
    Ilustrasi fitur di aplikasi FaceApp.
    Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat semakin sering membawa konteks geopolitik ke ranah teknologi. Sebelumnya Huawei yang berkaitan dengan Tiongkok, 'diganjal' oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berbisnis di Amerika Serikat.

    Kini giliran FaceApp yang menjadi target investigasi oleh pemerintahan Amerika Serikat. Langkah ini diambil tidak lama setelah aplikasi buatan Yaroslav Goncharov kembali populer di daftar aplikasi smartphone.

    Dikutip dari The Verge, Partai Demokrat di Amerika Serikat meminta aplikasi tersebut diinvestigasi dengan alasan aplikasi ini buatan orang dan developer yang berbasis di Rusia. Serupa dengan kasus Huawei, alasan keamanan negara menjadi faktor utama langkah ini.

    Partai tersebut dikabarkan merilis peringatan bahwa aplikasi FaceApp tidak boleh digunakan sebagai bagian kegiatan kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2020. Mereka berargumen belajar dair kampanye periode 2016.

    Saat itu, kegiatan kampanye presiden dan situs Komite Nasional Partai Demokrat ternyata menerima serangan siber yang kemudian terungkap bahwa asal dari sejumlah peretas di Rusia. Dari sini mulai muncul ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
     

    Anggota dewan Amerika Serikat bernama Chales E. Schumer dari Partai Demokrat bahkan sudah mengajukan surat permintaan investigasi terhadap FaceApp kepada FBI dan Komisi Federal Perdagangan (FTC) Amerika Serikat.

    Schumer menyakini aplikasi ini memiliki celah keamanan yang mengancam keamanan nasional dan privasi jutaan warga Amerika Serikat. Menurutnya FaceApp juga mengancam keamanan data di dalam smartphone meskipun terlihat hanya membutuhkan akses ke galeri foto smartphone pengguna.

    Di tahun 2017, Goncharov sendiri sudah memberikan jawaban terkait tuduhan yang sama. Dia menyatakan bahwa data berupa foto pengguna dikirim ke server milik FaceApp hanya untuk diolah dan menghasilkan foto yang diinginkan.

    Goncharov menyatakan bahwa meskipun tim inti perusahaan pengembang FaceApp dan tim risetnya berbasis di Rusia tapi tidak ada satupun data yang dikirim ke Rusia. FaceApp mengklaim menggunakan server miliki AWS dan Google Cloud dalam proses pengolahan foto yang diminta pengguna.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id