TikTok Hapus Puluhan Akun Propaganda ISIS

    Lufthi Anggraeni - 22 Oktober 2019 14:24 WIB
    TikTok Hapus Puluhan Akun Propaganda ISIS
    Lembaga pengawasan media sosial mengidentifikasi dan menghapus 24 akun TikTok terkait ISIS.
    Jakarta: Pelaku propaganda ISIS dilaporkan mencoba mengeksploitasi aplikasi media sosial TikTok sebagai medium perekrutan anggota baru. Lembaga pengawasan media sosial Storyful baru-baru ini mengidentifikasi sekitar 24 akun TikTok terkait dengan ISIS, dan semuanya telah dihapus.

    Akun yang mengunggah video yang ditujukan untuk merekrut anggota baru dan memperkuat dukungan untuk kelompok teroris. The Wall Street Journal melaporkan bahwa video tersebut menampilkan lagu kebangsaan dan cuplikan gambar jenazah dan pejuang ISIS.

    Hingga saat ini belum tersedia informasi terkait dengan besaran eksistensi ISIS pada platform TikTok ini. Sementara itu, propaganda masih menjadi masalah abadi untuk platform media sosial. Perusahaan seperti Facebook dan Google mengaku memiliki basis data dan secara otomatis menghapus gambar saat gambar terkait terorisme terdeteksi.

    Selain itu, Facebook dan Google menyebut bahwa perusahaannya menghadapi dan memenangkan sejumlah tuntutan hukum untuk memungkinkan konten propaganda tayang dalam durasi tertentu di platform mereka.

    Facebook menyebut pada bulan September lalu, perusahaannya menghapus lebih dari 26 juta konten terkait propaganda teroris selama dua tahun terakhir.

    Perusahaan induk TikTok, ByteDance tidak secara langsung merespon saat dimintai tanggapan menyoal jumlah temuan serta akun dan konten terkait teroris yang telah dihapus dari platform miliknya. Akun yang diidentifikasi Storyful dilaporkan berjumlah sedikit.

    The Wall Street Journal mengidentifikasi satu video mampu menghimpun 68 like dan sejumlah akun memiliki 1.000 pengikut. Sementara itu, Storyful juga tidak secara langsung mengonfirmasi karakteristik umum dari akun propaganda populer, atau tipe akun yang pertama kali ditemukan saat menjelajahi TikTok.

    Sebelumnya, TikTok menyiapkan sejumlah kebijakan untuk melindungi konten karya pengguna dari tindak pencuri konten karya orang lain di jejaring sosial.

    Pengguna TikTok dapat menonaktifkan fitur unduh guna pada konten video karya mereka, guna memastikan tidak ada pengguna lain yang mengunduh video tanpa izin.

    Selain itu, TikTok juga memungkinkan pengguna mengubah pengaturan privasi setelah video terunggah. Kreator dan pemilik akun TikTok juga memiliki opsi untuk mengubah pengaturan terkait pengguna lain yang dapat melihat video setelah mengunggahnya.

    Hal ini dapat pengguna lakukan dengan menekan ikon tiga titik di sebelah video dan kemudian mengakses bagian Pengaturan Izin.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id