PBB Turun Tangan Soal Dugaan Pembobolan Ponsel Bos Amazon

    Cahyandaru Kuncorojati - 23 Januari 2020 10:42 WIB
    PBB Turun Tangan Soal Dugaan Pembobolan Ponsel Bos Amazon
    Bos sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos. (AFP/Getty Images/Mark Ralston)
    Jakarta: Dugaan peretasan atau pembobolan ponsel bos sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos melalui pesan WhatsApp oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman memasuki babak baru.

    Dilaporkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bakal turun tangan langsung melakukan investigasi. Bahkan dalam pernyataan yang dirilis beberapa jam lalu, PBB sangat mendukung pemerintah Amerika Serikat melakukan investigasi mendalam atas kasus yang menimpa Bezos.

    Dikutip dari The Guardian, Agnès Callamard and David Kaye adalah ahli bidang keamanan yang ditunjuk oleh PBB untuk mendukung proses investigasi.  Mereka akan membeberkan hasil forensik versi mereka.

    Sebelumnya Bezos menyewa jasa Gavin de Becker, konsultan keamanan ternama Amerika Serikat. Di sini diyakini bahwa Kerajaan Arab Saudi mendalangi kasus peretasan tersebut.

    Berbagai sumber yang dikumpulkan Medcom.id, campur tangan PBB dalam kasus ini karena melihat bahwa peretasan yang diduga dilakukan anggota Kerajaan Arab Saudi menargetkan tokoh politik atau tokoh penting.

    Hal tersebut berkaitan dengan posisi Bezos sebagai pemilik media The Washington Post. Media tersebut dikabarkan berbagai sumber sangat agresif dalam memberitakan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang ada campur tangan keluarga Kerajaan Arab Saudi.

    Diketahui bahwa Jamal Khashoggi adalah jurnalis yang sangat aktif mengkritisi pemerintahan dan gaya hidup anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

    Agnès Callamard sendiri merupakan perwakilan PBB yang juga ikut melakukan investigasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dikutip dari Wall Street Journal, Callamard menyatakan bahwa aksi peretasan ponsel Bezos merupakan bagian rencana Kerajaan Arab Saudi membungkam The Washington Post sekaligus Bezos.

    "Di saat Arab Saudi seharus melakukan investigasi terkait pembunuhan Khashoggi dan menghukun pelakunya, diyakini mereka juga melancarkan kampanye online yang masif mendargetkan Bezos sebagai pemilik dari The Washington Post," jelas Callamard dalam pernyataannya.

    Peretasan ponsel Bezos dilakukan pada 2018, di tahun tersebut juga kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi terjadi. Di tengah pemberitaan yang cukup agresif dari The Washington Post terkait kasus tersebut, tabloid National Enquirer memuat percakapan pribadi Bezos dan pacarnya.

    National Enquirer juga menurut Bezos mengancam menyebarkan foto pribadi milik Bezos. Percakapan dan foto tersebut diyakini berasal dari data ponsel Bezos yang diretas.

    Bersamaan dengan investigasi ini, isu keamanan bagi peserta World Economic Forum d Davos, Swiss yang tengah berlangsung dibahas oleh Callamard. Dikutip dari The Guardian, dia meminta seluruh peserta berhati-hati apabila bertukar kontak atau menjalin komunikasi dengan anggota Kerajaan Arab Saudi yang hadir di sana.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id