Prancis Blokir Mata Uang Kripto Facebook di Eropa

    Lufthi Anggraeni - 13 September 2019 15:00 WIB
    Prancis Blokir Mata Uang Kripto Facebook di Eropa
    Prancis menyatakan tidak mendukung pengembangan Facebook Libra di Eropa.
    Jakarta: Prancis mengumumkan akan memblokir pengembangan Facebook Libra di Eropa. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut Prancis akan menghambat rencana pengembangan Libra hingga kekhawatiran soal risiko konsumen teratasi.

    Selain itu, Le Maire juga menyebut keputusan pemerintah Prancis ini juga akan dicabut jika kekhawatiran soal kedaulatan moneter pemerintah telah diselesaikan. Hal ini disampaikan Le Maire pada konferensi mata uang virtual di Paris.

    Facebook mengumumkan rencana terkait dengan Libra pada bulan Juni lalu, memicu peringatan langsung dari sejumlah ahli. Mereka menyebut bahwa mata uang virtual Facebook ini dapat mengalihkan kendali terkait ekonomi dari pemerintah dan bank pusat ke perusahaan besar.

    Peluncuran ini juga memicu kekhawatiran terkait risiko seperti mata uang ini dapat dimanfaatkan sebagai medium penipuan kepada konsumen, secara khusus setelah skandal Cambridge Analytica terjadi, menyebabkan perhatian berbagai pihak terhadap manajemen Facebook terkait data penggunanya.

    Peran Facebook dalam menyebarkan berita palsu dan video ekstrimis juga menjadi aspek yang diperhatikan dunia secara lebih mendalam.

    Investor di mata uang kripto lainnya termasuk bitcoin dilaporkan The Guardian telah mengalami kerugian berat dengan mempertaruhkan nilai mereka, atau akibat penjarahan dompet digital oleh peretas.

    Libra dirancang untuk mendukung kumpulan aset mata uang guna menghindari pertumbuhan liar yang dialami oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Libra diharapkan untuk diluncurkan secara resmi pada paruh pertama tahun 2020.

    Berbeda dengan mata uang kripto lainnya, yang tidak dikendalikan oleh pemerintah pusat, Libra tidak akan didesentralisasi, tapi akan dipercayakan kepada asosiasi teknologi dan perusahan jasa keuangan berbasis di Swiss.

    Selain Facebook, pendukung Libra termasuk perusahaan pembayaran seperti Visa, MasterCard, dan PayPal, serta aplikasi transportasi online Lyft dan Uber.

    Le Maire menyebut kedaulatan moneter negara dipertaruhkan akibat peluang privatisasi uang oleh aktor tunggal dengan lebih dari dua miliar pengguna di planet bumi.

    Regulator di seluruh dunia juga mengkhawatirkan peluang bahwa Libra dapat mendorong masyarakat meninggalkan mata uang nasional saat terjadi krisis, mempersulit upaya pemerintah untuk mengelola ekonomi.

    Facebook mempromosikan Libra sebagai peluang untuk menghadirkan perdagangan online dan layanan keuangan terjangkau untuk lebih dari satu miliar yang tidak memiliki rekening bank, orang dewasa tanpa akun bank atau pengguna layanan di luar layanan yang ditawarkan perbankan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id