Bukan Beli Barang, Kominfo: Orang Terjebak Pinjol Akibat Judi Online

    Cahyandaru Kuncorojati - 03 Desember 2021 14:53 WIB
    Bukan Beli Barang, Kominfo: Orang Terjebak Pinjol Akibat Judi Online
    (kanan) Tenaga Ahli Menkominfo Bidang komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati.



    Jakarta: Fenomena masyarakat Indonesia yang terbelit utang pada layanan pinjaman online (pinjol) terutama yang menjadi korban pinjol ilegal masih ramah hingga saat ini.

    Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam sesi media gathering menyampaikan sebuah temuan menarik.

     



    Tenaga Ahli Menkominfo Bidang komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati mengungkapkan bahwa masyarakat yang terjebak utang pinjol terutama pinjol ilegal tidak sepenuhnya karena desakan ekonomi atau butuh bantuan dana. Sebagian dari mereka justru terjebak karena kegiatan judi online.

    “Riset kualitatif yang saya lakukan dengan mewawancarai korban, perjudian online tidak bisa dianggap remeh. Banyak yang iseng berjudi online dengan niat memperbaiki kondisi ekonomi justru menutupi utang judi dengan cara meminjam uang di pinjol ilegal,” tutur Devie.

    Di sela acara Devie memaparkan data Statistik Penanganan Konten Internet Negatif oleh Kemenkominfo untuk periode Agustus 2018 hingga 30 November 2021. Di sini tercatat ada 1,5 juta konten yang diblokir atau ditarik peredarannya. Lebih dalam sekitar 432.425 konten di antaranya terkait perjudian.

    Bukan Beli Barang, Kominfo: Orang Terjebak Pinjol Akibat Judi Online

    Penilaian Devie bahwa konten perjudian online adalah hal serius memang terbukti. Jumlah tersebut membuat konten negatif terkait perjudian online berada di posisi kedua terbanyak setelah konten pornografi yang mencapai sekitar 1,1 juta konten.

    Dia mengklaim bahwa Kemenkominfo sudah bergandeng bersama kementerian dan badan terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan dan penegak hukum untuk menjerat pinjol ilegal sekaligus perjudian online.

    Tidak cuma itu Devie mengaku Kemenkominfo juga mendorong untuk terus meningkatkan literasi digital di masyarakat.

    “Setiap harinya kami melakukan upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat agar bisa hidup aman, sehat, dan selamat di ruang digital. Kemenkominfo melakukan pengendalian konten negatif di hilir, sementara pengendalian di hulu dilakukan dengan program literasi digital,” ujar Devie.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id