KLHK: Kawasan Konservasi Alam Juga Perlu Internet

    Cahyandaru Kuncorojati - 23 September 2021 16:00 WIB
    KLHK: Kawasan Konservasi Alam Juga Perlu Internet
    Ilustrasi.



    Jakarta: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengemban tugas mulia sekaligus berat untuk mendorong pemerataan akses internet di Indonesia hingga wilayah pelosok.

    Pandangan ini yang diperoleh dari sesi webinar bertajuk “Menuju Indonesia Digital 2024: Indonesia Cakap Digital” yang digelar oleh BAKTI dan Kemenkominfo. Di sini berlangsung diskusi mengenai usaha membawa akses internet semakin merata di kawasan Kalimantan Barat.

     



    Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, kawasan ini memiliki tantangan serupa dengan wilayah di Indonesia yang masih didominasi kawasan hutan terutama kawasan konservasi alam. 

    “Maka TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) menjadi sangat penting dalam mengelola areal yang begitu luas dan rentang yang lebar serta di dalamnya juga ada penduduk yang tersebar,” ungkapnya.

    Data BPS 2019 menyebutkan total 6.747 desa dan 16,7 juta jiwa yang berada di kawasan konservasi seluruh Indonesia. Di Kalimantan Barat memiliki 18 unit kawasan konservasi yang di dalamnya ada 13 kabupaten, 49 kecamatan, dan 193 desa. 

    Pembangunan infrastruktur internet di kawasan pelosok akan membantu usaha menyelimuti Indonesia dengan akses internet dan menjadi go digital sepenuhnya. Namun patut disadari bahwa kawasan konservasi juga menjadi paru-paru bagi Indonesia dan dunia sehingga pembangunannya harus mempertimbangkan kondisi lingkungan hidup.

    Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyebutkan saat ini masih ada 25 desa perbatasan negara yang internetnya masih belum memadai bahkan cenderung tidak bisa diakses. 

    “Saya pernah tanya masyarakat, mereka memilih lebih ada internet dulu dibandingkan bangun jalan. Kalau jalan hanya bisa dinikmati di situ kalau internet dia bisa lihat dunia,” ujarnya. Dia sendiri memiliki visi bahwa internet atau TIK akan bisa dimanfaatkan untuk banyak hal positif.

    Sutarmidji mencontohkan pemanfaatan internet dan solusi TIK untuk aplikasi pemantauan pohon bernama SIPPOHON di kota Pontianak. Pemerintah bisa dengan mudah mencatat informasi penting dari pohon termasuk kadar oksigen yang dihasilkan hingga pengawasan agar pohon tersebut tidak ditebang.

    Dia berkomitmen dalam waktu dekat menerapkan aplikasi SIPPOHON ke seluruh kawasan provinsi Kalimantan Barat. Kebutuhan internet di kawasan konservasi alam juga disampaikan Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta.

    Pihaknya memegang tanggung jawab 13 kawasan konservasi yang terdiri dari enam cagar alam dan tujuh taman wisata alam. Dia menilai kebutuhan internet atau solusi TIK bukan hanya untuk komunikasi mereka juga mensejahterakan masyarakat terutama yang tinggal di dalam kawasan konservasi.

    Menurut Noor ada 60 desa yang ada di dalam kawasan konservasi bahkan empat di antaranya sudah ada sebelum lokasi tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Internet sangat dibutuhkan untuk mensejahterakan masyarakat di dalamnya.

    “Masyarakat ini tumbuh berkembang butuh kebutuhan pendidikan dan kesehatan yang harus dipenuhi. Di sisi ekonomi kami juga melakukan pemberdayaan masyarakat salah satunya butuh pemasaran, pakai internet,” tuturnya.

    Dia menyebutkan bahwa di saat kondisi pandemi COVID-19 melanda justru sejumlah kawasan konservasi atau taman wisata alam di Kalimantan Barat tidak bisa menggelar virtual tour karena tidak tersedia jaringan internet yang mencukupi.

    Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan di tahun 2020 ada 196.688.761 pengguna internet di Indonesia. Angka penetrasi intenret saat itu sudah mencapai lebih dari 72 persen dari total penduduk Indonesia.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id