Jalan Panjang UKM di Tengah Pandemi Menurut Facebook

    Mohammad Mamduh - 16 April 2021 09:13 WIB
    Jalan Panjang UKM di Tengah Pandemi Menurut Facebook
    Foto: MI/Adam



    Jakarta: Setahun setelah pandemi, iklim bisnis masih terasa sulit dan menantang bagi para pelaku UKM di seluruh dunia.

    Berdasarkan laporan State of Small Business atau laporan Kondisi UKM 2021 dari Facebook yang menganalisis dampak Covid-19 terhadap UKM di 27 negara, 24 persen UKM melaporkan bisnis mereka tutup pada Februari 2021, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 16 persen pada bulan Oktober dan 29 persen pada bulan Mei 2020. 






    Di Indonesia, 84 persen UKM masih menjalankan bisnis mereka, dan 38 persen di antaranya mengatakan percaya diri mampu melanjutkan operasional bisnis hingga setidaknya 6 bulan kedepan, jika keadaan seperti ini terus berlanjut. 

    Di banyak negara, UKM berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja sebesar 60-70 persen, dan 30 persen dari para pelaku UKM secara global melaporkan bahwa mereka telah mengurangi karyawannya sejak pandemi. 

    Para pelaku UKM di negara Asia mencatat peringkat tertinggi yang melaporkan pengurangan karyawan sejak pandemi melanda. Banyak pelaku UKM yang merumahkan setengah atau lebih karyawannya.  

    Namun, masih banyak harapan. Survei ini juga menunjukkan bahwa pelaku UKM mulai merekrut kembali tenaga kerja. Sebanyak 18 persen dari pelaku UKM yang beroperasi mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir, mereka kembali merekrut karyawan yang sebelumnya dirumahkan pada awal masa pandemi. 

    Tingkat perekrutan kembali ini mencapai dua kali lipat dari rata-rata global di beberapa negara Asia Pasifik seperti Pakistan (39 persen), Indonesia (40 persen), dan India (42 persen).  

    Dengan angka penjualan yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunan permintaan juga menjadi tantangan besar bagi para pelaku UKM.

    Di Indonesia, 1 persen pelaku UKM yang beroperasi di Facebook memprediksi bahwa akan ada tantangan terkait arus kas, dan 17 persen memprediksi akan ada tantangan terkait permintaan atau penurunan jumlah pelanggan dalam beberapa bulan ke depan. 

    Digital menjadi hal yang penting bagi banyak pelaku UKM dalam beradaptasi dengan tantangan saat ini. Lebih dari separuh (55 persen) pelaku UKM secara global melaporkan menggunakan alat digital untuk berkomunikasi dengan pelanggan, terutama untuk kebutuhan promosi atau iklan, serta penjualan barang dan jasa. 

    “Di Indonesia, kami melihat secercah harapan seiring dengan pandemi yang memasuki fase baru dengan ketersediaan vaksin yang semakin meningkat. Namun, pelaku UKM masih sangat rentan dan ini merupakan masa transisi dimana kita mulai melihat bagaimana kondisi kenormalan baru pascapandemi dan alat seperti apa yang paling baik untuk mendukung pemulihan pelaku UKM,” kata Pieter Lydian, Country Director, Facebook di Indonesia.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id