Video Elon Musk Klaim Monyet Main Pong dengan Pikiran

    Lufthi Anggraeni - 13 April 2021 12:34 WIB
    Video Elon Musk Klaim Monyet Main Pong dengan Pikiran
    Neuralink mengunggah video menampilkan monyet memainkan video game hanya dengan pikirannya.



    Jakarta: Neuralink, perusahaan Elon Musk yang terfokus pada pengembangan antarmuka mesin-otak, mengunggah video di YouTube, menampilkan monyet menavigasikan kursor di layar hanya dengan menggunakan pikirannya.

    Menurut narator pada video tersebut, otak monyet berusia sembilan tahun bernama Pager ini telah tertanam Neuralink sejak enam bulan sebelum video direkam. Pager pertama kali diajarkan bermain video game dengan joystick dengan imbalan smoothie pisang, yang disajikan di gelas dengan sedotan.






    Saat mempelajari video game tersebut, perangkat Neuralink merekam informasi terkait neuron yang bereaksi. Perangkat Neuralink pada dasarnya mempelajari hal tersebut guna memprediksi pergerakan tangan dengan merekam area otak yang bereaksi.

    Setelah mempelajari pola, joystick yang digunakan Pager dilepaskan dari komputer, dan monyet ini tampak memainkan game hanya menggunakan pikirannya, memainkan game Pong tanpa bantuan joystick.



    Perilisan eksperimen ilmiah dengan gaya ini merupakan tindakan tidak biasa, sebab umumnya, video seperti ini hanyalah materi pelengkap untuk laporan tertulis peer-review yang diterbitkan pada jurnal ilmiah.

    Laporan tersebut berisi data yang dapat diperiksa oleh ilmuwan lain. Laporan ilmiah berupa video ini meyakini bahwa monyet berpeluang memainkan video game menggunakan implan di otak, selaras dengan kasus laki-laki yang mengalami kelumpuhan yang menggunakan lengan robotik serta implan otak non-Neuralink untuk meminum bir.

    Sebagai informasi, Pong merupakan antarmuka mesin otak klasik, dan pada tahun 2019, Musk menyebut bahwa seekor monyet telah mampu mengendalikan komputer dengan otaknya dan implan Neuralink. Dan sejak itu, sejumlah demonstrasi Neuralink telah dilakukan pada babi.

    Kini, Musk berkicau di akun Twitternya bahwa Neuralink akan memungkinkan penderita kelumpuhan mengunggah tweet lebih cepat dibandingkan dengan individu umum yang menggunakan ibu jari mereka di smartphone.

    Musk menyebut target selanjutnya yaitu mengirimkan sinyal dari Neuralink dalam otak ke Neuralink di klaster neural tubuh secara keseluruhan. Hal ini, klaim Musk, akan memungkinkan penderita kelumpuhan untuk dapat berjalan lagi.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id