Fakta Soal Drone Elang Hitam Buatan Indonesia

    Lufthi Anggraeni - 08 Februari 2020 17:54 WIB
    Fakta Soal Drone Elang Hitam Buatan Indonesia
    Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan drone untuk kebutuhan militer, bertajuk Elang Hitam.
    Jakarta: Drone menjadi salah satu bentuk kemajuan teknologi yang menjadi tren selama beberapa tahun terakhir. Perangkat ini disebut banyak pihak memiliki potensi fungsi lebih luas, termasuk setelah kehadiran jaringan telekomunikasi 5G secara merata.
     
    Potensi serupa juga dilihat oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada pesawat berukuran kecil tanpa awak ini. Presiden yang akrab disapa Jokowi ini mengutarakan targetnya agar Indonesia segera memproduksi drone secara massal.
     
    Nama Elang Hitam menjadi salah satu drone yang akan disebut-sebut Presiden Jokowi. Apa itu drone Elang Hitam? Elang Hitam merupakan drone yang diproduksi secara masif oleh PT Dirgantara Indonesia Persero (PDTI).
     
    Selain PTDI, produksi Elang Hitam juga akan ditangani oleh PT LEN. Presiden Jokowi berharap bahwa drone yang ditujukan untuk keperluan militer ini akan diproduksi massal mulai tahun 2022 mendatang.
     
    Sebelumnya, Elang Hitam ditargetkan mulai diproduksi secara massal pada tahun 2024. Pemerintah juga disebut telah membuat lima drone contoh yang dirancang oleh sejumlah lembaga termasuk BPPT, Lapan dan Balitbang Kemenhan.

    Sebagai informasi, drone Elang Hitam ini diklaim memiliki radius line of sight (LOS) sejauh 250 km, mampu terbang hingga 23 ribu kaki dan selama 30 jam, serta kecepatan maksimal 235 km per jam.

    Elang Hitam dengan bentang sayap selebar 16 meter ini menggunakan mesin Rotax dari Austria, memiliki flight control system (FCS) asal Spanyol, dan dilengkapi persenjataan rudal.
     
    Kehadiran Elang Hitam diprediksi akan mampu membantu dalam menjaga keamanan dalam negeri, terutama di daerah perbatasan Indonesia, di antaranya yaitu Natuna, Kepulauan Riau serta wilayah yang terletak di antara Indonesia dan Tiongkok.
     
    Pengembangan teknologi, salah satunya drone ini, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah, BUMN dan swasta, terutama menyoal pendanaan. Dalam pengembangan teknologi produk unggulan, yaitu drone, pendanaan akan digelontorkan baik dari anggaran riset dari APBN, juga dari BUMN dan sektor swasta.
     
    Presiden Jokowi juga menyebut dalam pembuatan produk unggulan seperti drone atau kapal, perlu konsep yang bisa terhubung dengan kegiatan industri di Indonesia, sehingga produk akan memiliki fungsi yang menyeluruh.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id