comscore

Jumlah Domain .id Sepanjang 2021 Lampaui Target

Cahyandaru Kuncorojati - 28 Januari 2022 10:56 WIB
Jumlah Domain .id Sepanjang 2021 Lampaui Target
Konferensi pers PANDI di Jakarta, umumkan pencapaian sepanjang 2021 dan strategi 2022
Jakarta: PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) menyampaikan informasi kinerja positif selama tahun 2021 dan rencana tahun 2022.

Tercatat per 31 Desember 2021, PANDI telah melampaui target tahun 2021, yaitu 532.213 Nama Domain terdaftar dengan jumlah Nama Domain yang terdaftar selama 2021, sebanyak 554.330 Nama Domain.
 
Jumlah Nama Domain terdaftar pada 2021 naik sebanyak 81.761 atau 17 persen  dibandingkan dengan tahun 2020 yang memiliki 472.569 Nama Domain terdaftar.
 
“Kinerja selama tahun 2021 menghasilkan Registri yang terus diperkuat untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk membawa PANDI ke level selanjutnya,” tutur Yudho Giri Sucahyo saat membuka acara konferensi pers “Perkuat Layanan Registri Dan Membawa PANDI Ke Level Selanjutnya, PANDI Paparkan Kinerja 2021 Dan Rencana 2022”.
 
Data pertumbuhan menyimpulkan bahwa domain .id semakin dilirik dan diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara.
Persebaran Nama Domain terdaftar per 31 Desember 2021 terdiri atas 529.241 Nama Domain yang didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 25.089 Nama Domain yang didaftarkan oleh masyarakat dari mancanegara.
 
Selain itu, PANDI juga diklaim telah terus berupaya menjalankan misinya untuk menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Ditandai dengan pertumbuhan domain .id pada pangsa pasar di Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh GTLD (Generic Top-Level Domain).
 
Pada Desember 2019 PANDI hanya meraih 29 persen dari pangsa pasar di Indonesia. Namun, terjadi peningkatan sebesar 7 persen pada Juli 2021 yang membuat PANDI naik tingkat menjadi 36 persen dari pangsa pasar di Indonesia.
 
“Capaian-capaian PANDI setahun terakhir ini adalah capaian kita bersama seluruh warga Indonesia bahwa kita sudah menyalip .VN (ccTLD Vietnam) dan kini kita menjadi juara di Asia Tenggara dari sisi jumlah Nama Domain terdaftar. Ini menandai peningkatan kehadiran digital
Indonesia baik di nasional dan internasional,” jelasnya.
 
Capaian PANDI sebagai juara di Asia Tenggara diklaim tidak hanya dari kuantitas jumlah pendaftaran domain saja, namun juga kualitasnya yang berlandaskan ketahanan dan kehadiran digital.
 
Ini upaya PANDI untuk meningkatkan Ketahanan Internet Indonesia yang menghadirkan IDADX (Indonesia Anti-Phishing Data Exchange) sebagai salah satu upaya memerangi Phishing.

Selain itu, Peningkatan layanan dan Sistem Registri Mandiri serta penambahan simpul DNS dalam dan luar negeri terus didorong dalam upaya meningkatkan Ketahanan Digital.

PANDI Institute juga turut memberikan inisiatif dalam kehadiran digital dengan memberikan pembahasan seputar teknologi AI (Artificial Intelligence), Blockchain, Data Science dan IoT (Internet of Things).
  
Menutup tahun 2021, PANDI juga Mendaftarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk 3 aksara Nusantara yaitu Jawa, Bali dan Sunda pada bulan November 2021. 
 
PANDI sudah menyiapkan strategi untuk melebarkan volume pengguna Nama Domain .id di seluruh dunia dengan menargetkan 702.374 Nama Domain terdaftar, meningkatkan persentase pangsa pasar domain .id mencapai 38 persen terhadap total Nama Domain terdaftar di Indonesia.

Di saat yang sama, meningkatkan persentase jumlah .id yang terdaftar oleh Registran Internasional menjadi sebesar 10 persen terhadap keseluruhan Nama Domain terdaftar sampai akhir tahun 2022.
 
PANDI akan melakukan penguatan dan Pengembangan DNS dan Sistem Registri Mandiri dengan memastikan tercapainya SLA (Service Level Agreement) untuk DNS 99,9 persen, WHOIS 99,5 persen dan SRM 99,5 persen.
 
PANDI juga akan melakukan peningkatan skalabilitas sistem yang dapat menampung hingga dua juta Nama Domain dan memperkuat ketahanan Registri serta meningkatkan kualitas layanan Registri sesuai standar nasional dan internasional.
 
Dari aspek sumber daya, PANDI juga memperhatikan peningkatan mutu, kompetensi, dan soliditas SDM dengan menyelenggarakan pengembangan kompetensi karyawan, tersedianya personel yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan terciptanya lingkungan kerja yang produktif dan meningkatnya soliditas antar personel.
 
Dari sisi kebijakan Registri, PANDI akan melakukan penguatan dengan membuat model hukum perikatan Registri, memiliki kebijakan Nama Domain dan perumusan tata kelola registri yang mengacu pada standar nasional dan internasional.

Pada 2022, PANDI juga akan meningkatkan layanan U.ID dengan mengintegrasikannya dengan tiga produk PANDI dan lima produk eksternal. Gerakan MIMDAN (Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara) juga akan menambah 2 aksara nusantara yang memiliki standar SNI.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id