iPhone Bakal Dapat Pajak Impor AS 15% Mulai Minggu Depan

    Lufthi Anggraeni - 10 Desember 2019 21:34 WIB
    iPhone Bakal Dapat Pajak Impor AS 15% Mulai Minggu Depan
    Produk yang diproduksi di Tiongkok akan menghadapi tarif pajak impor 15 persen mulai 15 Desember.
    Jakarta: Pada hari Minggu tanggal 15 Desember mendatang, produk yang diproduksi di Tiongkok akan menghadapi tarif pajak impor 15 persen, termasuk Apple iPhone. Tarif ini diterapkan oleh Presiden Donald Trump hanyalah pajak impor.
     
    Dan terlepas dari klaim presiden, Tiongkok tidak membayarkan dana dalam jumlah besar akibat penerapan pajak ini. Bahkan, Tiongkok tidak membayarkan dana sepeserpun kepada Amerika Serikat (AS) akibat penerapan tarif pajak ini.
     
    Hal ini karena perusahaan asal AS dan konsumen yang membayar tarif pajak tersebut. Contohnya, Apple, yang merancang produk karyanya di AS dan merakit sebagian besar produk tersebut di Tiongkok.
     
    Sebagai hasilnya, saat perangkat dikapalkan ke AS, produk tersebut dibebankan pajak oleh pemerintah AS. Apple kemudian dapat memutuskan untuk membayar pajak secara menyeluruh atau hanya sebagian.
     
    Hingga saat ini, Apple telah membebankan tarif pajak ini pada produksi seperti Apple Watch. Langkahnya ini mengurangi margin keuntungan Apple pada perangkat yang terpengaruh dengan tarif pajak tersebut.
     
    Perusahaan lain memutuskan untuk membebankan sebagian atau seluruh biaya tambahan pada pelanggan, dengan meningkatkan harga jual produk. iPhone dan produk lain memiliki batas waktu hingga 15 Desember, meski regulasi ini telah disahkan sejak bulan September lalu.
     
    Kala itu, Presiden Trump menunda tanggal berlakunya tarif pajak ini hingga bulan Desember sehingga ekonomi AS tidak perlu menghadapi disrupsi dari peningkatan harga selama musim belanja libur Natal dan Tahun Baru.
     
    Perusahaan keamanan Wedbush menyebut bahwa Apple memiliki potensi untung atau rugi besar, tergantung pada waktu penerapan tarif pajak ini pada tanggal 15 Desember seperti yang direncanakan.
     
    Analis Dan Ives menyebut bahwa 40 persen unit iPhone yang dipasarkan secara global merupakan unit yang dikapalkan dari AS.

    Jika tarif pajak ini berlaku pada tanggal 15 Desember mendatang, Ives menyebut hal ini akan mengakibatkan kejutan hingga empat persen pada pendapatan dan pangsa pasar Apple pada tahun 2020 mendatang.
     
    Tiongkok berharap masih memiliki waktu untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS sebelum gelombang tarif pajak selanjutnya berlaku.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id