Bukan Google, Bos Twitter Pilih Pakai DuckDuckGo

    Lufthi Anggraeni - 29 November 2019 11:23 WIB
    Bukan Google, Bos Twitter Pilih Pakai DuckDuckGo
    CEO Twitter Jack Dorsey mengaku lebih memilih menggunakan DuckDuckGo dari Google Search.
    Jakarta: Berbeda dari akhir tahun 1990 dan awal 2000, mesin pencarian saat ini tidak saling bersaing satu sama lain. Google menjadi mesin pencarian dominan di ranah ini sedangkan mesin pencarian lain bagaikan planet kecil yang mengitari matahari.
     
    Mungkin bagi sebagian besar masyarakat, mencari informasi di Google bukan hal yang aneh. Namun hal ini akan terdengar tidak biasa jika CEO perusahaan besar mengaku lebih memilih untuk menggunakan mesin pencarian selain Google.
     
    Ialah CEO Twitter Jack Dorsey yang dalam unggahannya di jejaring sosial berikon burung biru ini, mengaku bahwa dirinya menyukai DuckDuckGo dan menjadikannya tersebut sebagai mesin pencarian default di perangkat miliknya.
     
    Posisi mesin pencarian ini lebih sebagai layanan pencarian pro-privasi yang diklaim tidak menjual data pengguna seperti yang dilakukan oleh perusahaan mesin pencarian besar. DuckDuckGo memang bukanlah perusahaan raksasa, namun perusahaan ini mengklaim melayani pencarian rata-rata sebanyak 40 juta kueri per hari.
     
    Sementara itu, perusahaan software pemasaran HubSpot memprediksi Google melayani sebanyak 5,8 miliar pencarian per hari. HubSpot kerap merilis penelitian untuk membuktikan bahwa perusahaan lain melacak aktivitas pengguna di internet secara konstan.
     
    Sebelumnya, Twitter baru saja membuat pengumuman di situs resminya. Mereka menyatakan telah menemukan laporan mengenai sebuah software development kit bernama oneAudience. oneAudience disebutkan ditemukan pada aplikasi pihak ketiga.
     
    Twitter menegaskan bahwa oneAudience adalah software berisi malware yang bisa memanfaatkan celah keamanan di aplikasi pihak ketiga. Software tersebut diam-diam bisa beroperasi mencuri data pengguna saat terhubung ke media sosial.
     
    Sementara itu, Twitter dilaporkan berencana membersihkan layanannya dari akun tidur alias nonaktif. Twitter akan memberlakukan penghapusan kepada akun yang sudah nonaktif selama enam bulan terakhir alias tidak lagi melakukan interaksi. 
     
    Disebutkan juga bawa proses ini tidak akan selesai dalam satu hari jadi pengguna atau pemilik akun Twitter tidak perlu panik. Twitter tidak menjelaskan kapan akun Twitter yang dihapus bisa kembali digunakan oleh pemiliknya apabila ikut dibersihkan.
     
    Perwakilan Twitter menyebutkan perusahaannya berencana untuk melakukan langkah ini pada 11 Desember mendatang. Juru bicara Twitter menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan informasi terkini tentang pengguna Twitter. Efeknya untuk bisa mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id