Ericsson: Adopsi 5G Lebih Cepat dari Prediksi

    Mohammad Mamduh - 16 Juli 2019 15:25 WIB
    Ericsson: Adopsi 5G Lebih Cepat dari Prediksi
    Head of Network Solutions Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal
    Jakarta: Ericsson memperkirakan peningkatan jumlah langganan broadband seluler sebesar 400 juta pada tahun 2024.

    Ericsson Mobility Report edisi Juni 2019 memperkirakan langganan 5G akan mencapai 1,9 miliar, mengalami peningkatan 27 persen dari 1,5 miliar, perkiraan pada November 2018. Di Asia Tenggara dan Oseania, penggunaan data seluler per bulan diperkirakan tumbuh hingga tujuh kali dari 2,3 exabytes (EB) pada 2018 menjadi 16EB pada 2024.

    Sementara masih di wilayah yang sama, penggunaan data per smartphone setiap bulannya akan tumbuh dari 3,6GB menjadi 17GB, dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) mencapai 29 persen. Hampir 12 persen langganan di wilayah ini diperkirakan akan mengadopsi 5G pada akhir tahun 2024.

    Beberapa perkiraan lainnya pun turut mengalami peningkatan akibat cepatnya penyerapan 5G. Pada akhir tahun 2024, jangkauan 5G diperkirakan mampu mencapai 45 persen dari populasi dunia. Angka tersebut dapat meningkat menjadi 65, seiring dengan teknologi spectrum sharing yang memungkinkan implementasi 5G pada pita frekuensi LTE.

    Penyedia layanan komunikasi di beberapa pasar kini telah mengaktifkan 5G, seiring dengan hadirnya smartphone yang mendukung jaringan tersebut. Operator memasang target yang lebih ambisius untuk cakupan populasi hingga 90 persen di tahun pertama.

    Komitmen dari vendor ponsel dan chipset dinilai merupakan kunci untuk percepatan adopsi 5G. Ponsel pintar untuk semua pita spektrum utama, diprediksi akan meramaikan pasar selama tahun ini.

    Seiring dengan meningkatnya perangkat 5G dan implementasi jaringannya yang semakin masif, total langganan 5G di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai lebih dari 10 juta pada akhir tahun 2019.

    Amerika Utara diprediksi akan menjadi wilayah tercepat dalam penyerapan 5G,dengan 63 persen pengguna ponselnya akan terhubung ke 5G pada tahun 2024. Sementara itu, di posisi kedua adalah negara-negara Asia Timur Laut (47 persen) dan diikuti oleh Eropa (40 persen).

    “5G akan menjawab kebutuhan konsumen, perusahaan, serta membawa Internet of Things (IoT) ke level yang baru, dengan konektivitas tinggi menjadi syarat utama. Meski begitu, seluruh manfaat 5G tersebut bisa didapat dengan adanya ekosistem yang solid dari sisi teknologi, peraturan, keamanan, dan mitra industri,” kata Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

    Pada kuartal pertama 2019, total penggunaan data seluler terus meningkat hingga 82 persen tahun-ke-tahun. Angka ini diperkirakan akan mencapai 131EB per bulan di akhir tahun 2024, dengan jaringan di atas 5G telah diimplementasikan sebesar 35 persen.

    Secara global, terdapat 1 miliar koneksi IoT seluler, sebuah angka yang diperkirakan dapat meningkat hingga 4,1 miliar pada akhir tahun 2024. 45 persennya direpresentasikan oleh Massive IoT.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id