Kontrak NASA dan SpaceX Diprotes

    Lufthi Anggraeni - 28 April 2021 10:17 WIB
    Kontrak NASA dan SpaceX Diprotes
    Blue Origin milik Jeff Bezos mengajukan protes terkait kemenangan SpaceX untuk kontrak dengan NASA.



    Jakarta: Blue Origin, perusahaan penerbangan antariksa milik Bos Amazon Jeff Bezos, mengajukan protes terhadap kontrak program NASA oleh SpaceX. Blue Origin memprotes keputusan NASA memberikan program senilai USD2,9 miliar tersebut kepada SpaceX.

    Mengutip The Verge, program bernama Human Landing System NASA yang terkait dengan upaya pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2024 mendatang ini akan mendanai pengembangan tiga prototipe kendaraan pendaratan di Bulan, termasuk milik Blue Origin.






    NASA sebelumnya diprediksi akan memilih dua kendaraan pendaratan di Bulan, meski pada keputusan akhir, NASA hanya memilih Starship milik SpaceX. Informasi yang beredar menyebut kekurangan pendanaan yang disetujui oleh Kongres menjadi alasan di balik keputusan NASA tersebut.

    Blue Origin mengajukan dokumen protes setebal 175 halaman ke Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat (AS), kurang dari dua pekan setelah SpaceX memenangkan kontrak tersebut.

    Dalam dokumen itu, Blue Origin menuding NASA melakukan kesalahan dalam penilaian sejumlah bagian dari proposal terkait Blue Moon yang diajukan pihaknya. Sebagai informasi, Blue Moon merupakan kendaraan pendaratan di Bulan yang dikembangkan Blue Origin dengan Tim Nasional, terdiri dari Northrop Grumman, Lockheed Martin dan Draper.

    Blue Origin menuding NASA telah mengeksekusi akuisisi cacat terkait program Human Landing System dan memindahkan tujuan pada menit terakhir, serta menilai bahwa keputusan NASA itu sangat berisiko.

    Lebih lanjut Blue Origin juga menyoroti, keputusan NASA itu menghilangkan peluang berkompetisi, serta secara signifikan mempersempit basis pasokan dan tidak hanya penundaan, namun juga membahayakan kembalinya Amerika ke Bulan.

    Sementara itu, NASA mengumumkan keputusan kemenangan SpaceX pada tanggal 16 April lalu, dan menyebut bahwa pemilihan Starship didasarkan pada efisiensi yang mampu ditawarkannya, serta kapasitas pemuatan kargo yang lebih besar.

    Tidak hanya SpaceX dan Blue Origin, kontrak program NASA tersebut juga diperebutkan oleh perusahaan lain bernama Dynetics. Sebagai pemenang kontrak, SpaceX berkewajiban menerbangkan Starship dalam dua misi demonstrasi, yaitu misi uji coba dan misi utama.

    Sayangnya NASA tidak segera menanggapi permintaan komentar atas protes terkait kontrak kendaraan pendarat bulan merupakan bagian inti dari program Artemis NASA tersebut. Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk justru merespon protes Blue Origin dengan cuitan bernada mengejek.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id