TikTok Sebut Setop Akses Papan Klip di Perangkat iOS

    Lufthi Anggraeni - 27 Juni 2020 09:20 WIB
    TikTok Sebut Setop Akses Papan Klip di Perangkat iOS
    TikTok menyebut akan berhenti mengakses papan klip pada perangkat bersistem operasi iOS.
    Jakarta: TikTok mengumumkan akan berhenti mengakses konten papan klip pengguna di perangkat iOS, setelah fitur transparansi privasi baru di iOS 14 mengungkap bahwa platform berbagi video ini melakukan tindakan tersebut bahkan setelah berjanji tidak lagi akan melakukannya pada tahun 2019 lalu.

    The Telegraph melaporkan bahwa kapanpun aplikasi pihak ketiga mengakses papan klip dari perangkat bersistem operasi iOS 14, akan muncul notifikasi. Pengguna menemukan bahwa TikTok memeriksa konten dari papan klip setiap beberapa penekanan tombol, bahkan ketika aplikasi berjalan di latar.

    Induk perusahaan TikTok yang berbasis di Beijing, ByteDance, pada awal tahun 2020 ini menyebut bahwa pihaknya berencana untuk berhenti mengakses papan klip perangkat, namun tidak memberikan tanggal pasti rencana tersebut akan direalisasikan.

    Dalam email pernyataan, perwakilan TikTok menyebut pihaknya telah mendaftarkan perizinan update ke App Store untuk menghapus fitur tersebut, yang digambarkannya sebagai upaya anti-spam. Perusahaan ini juga menyebut bahwa fitur ini tidak pernah diperkenalkan pada perangkat bersistem operasi Android.

    Perwakilan TikTok menjelaskan bahwa setelah perilisan versi beta dari iOS 14 pada tanggal 22 Juni lalu, pengguna mendapati notifikasi saat menggunakan sejumlah aplikasi populer. Untuk TikTok, hal ini dipicu oleh fitur yang dirancang untuk mengidentifikasi perilaku spam dan berulang.

    Namun TikTok menegaskan komitmennya untuk melindungi privasi pengguna dan menjadi transparan terkait cara kerja aplikasi karyanya. Sebagai pengingat, TikTok menerima kritik di masa lalu akibat permasalahan keamanan.

    Pada bulan Februari 2019, TikTok membayarkan denda sebesar USD5,7 juta (Rp81,8 miliar) kepada Federal Trade Commission untuk kasus terkait hukum privasi anak, COPPA. TikTok mengizinkan anak dengan usia di bawah 13 tahun untuk mendaftar di aplikasinya tanpa pengawasan orang tua.

    Namun, TikTok telah melakukan sejumlah perubahan pada aplikasi karyanya, dengan meningkatkan kendali orang tua. Sebelumnya, lembaga pengawasan media sosial Storyful mengidentifikasi sekitar 24 akun TikTok terkait dengan ISIS, dan semuanya telah dihapus.

    Akun yang mengunggah video yang ditujukan untuk merekrut anggota baru dan memperkuat dukungan untuk kelompok teroris.

    Perusahaan induk TikTok, ByteDance tidak secara langsung merespon saat dimintai tanggapan menyoal jumlah temuan serta akun dan konten terkait teroris yang telah dihapus dari platform miliknya. Akun yang diidentifikasi Storyful dilaporkan berjumlah sedikit.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id