Surface dan Cloud Dorong Pendapatan Microsoft di Q4

    Lufthi Anggraeni - 22 Juli 2019 09:00 WIB
    Surface dan Cloud Dorong Pendapatan Microsoft di Q4
    Microsoft merilis laporan keuangan untuk kuartal empat tahun 2019 ini.
    Jakarta: Microsoft mengunggah laporan pendapatan untuk kuartal empat tahun 2019, melaporkan pendapatan sebesar USD33,7 miliar (Rp470,04 triliun) dan pendapatan bersih sebesar USD13,2 miliar (Rp184,1 triliun).

    Keduanya mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan mencatatkan rekor tahun fiskal baru untuk Microsoft. Laporan pendapatan ini juga dilaporkan The Verge kembali mengukuhkan posisi Microsoft sebagai perusahaan bernilai USD1 triliun (Rp13.935 triliun) berkat kapitalisasi pasarnya.

    Microsoft pertama kali mencapai prestasi sebagai perusahaan bernilai USD1 triliun (Rp13.935 triliun) pada kuartal ini, berkat pertumbuhan di ranah cloud dan berbagai bisnis. Pendapatan Surface mengalami peningkatan pada kuartal yang sama pada tahun lalu, dan kembali meningkat sebesar 14 persen.

    Microsoft mengaitkan pencapaiannya tersebut berkat pertumbuhan kuat di segmen komersial. Pertumbuhan tersebut, jelas Microsoft, menampilkan penjualan perangkat Surface yang baik, meski tidak menawarkan model baru selama kuartal ini.

    Selain itu, Microsoft merilis Surface Go pada tahun lalu dan membantu mendorong pendapatan, meski tidak merilis model pembaruan pada tahun 2019 ini untuk mendorong pendapatan.

    Microsoft memang memperbarui Surface Pro, Surface Laptop, dan Surface Studio pada bulan Oktober 2018 lalu, namun belum untuk Surface Book.

    Perusahaan asal Amerika Serikat ini diperkirakan akan mengumumkan Surface Pro dan Surface Book baru pada bulan Oktober mendatang. Pada rapat pendapatan dengan investor, CFO Microsoft Amy Hood mengungkap bahwa perusahaannya memperkirakan bahwa pendapatan Surface akan mengalami penurunan pada kuartal selanjuta, akibat tidak adanya model baru.

    Sementara itu, gaming merupakan fokus utama Microsoft pada ajang E3 selama kuartal ini, namun bisnisnya mengalami kegagalan. Pendapatan gaming mengalami penurunan sebesar 10 persen pada kuartal ini, bersamaan penurunan pendapatan software dan layanan Xbox sebesar tiga persen.

    Microsoft masih belum mengungkapkan angka pasti penjualan hardware Xbox, namun bos Xbox Phil Spencer menyebut bahwa selama kuartal ini, bisnis Microsoft tidak sekadar jumlah konsol game yang berhasil dijualnya.

    Pendapatan hardware Xbox Microsoft mengalami penurunan signifikan sebesar 48 persen, dan Microsoft mengaitkan hal ini dengan pengurangan volume unit konsol yang terjual. Microsoft berharap Xbox One S All-digital Edition dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan bisnis gaming miliknya.

    Sebagai informasi, pengguna aktif Xbox Live mengalami pertumbuhan menjadi 65 juta pengguna pada kuartal empat tersebut, berkat peningkatan pengguna konsol Xbox One, Windows 10 PC, dan perangkat mobile seperti iOS dan Android.

    Microsoft juga dilaporkan tengah bersiap untuk menghadirkan layanan streaming game xCloud untuk memasuki fase preview publik pada bulan Oktober mendatang.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id