YouTube TV tak Lagi Dukung Langganan via App Store

    Lufthi Anggraeni - 14 Februari 2020 10:47 WIB
    YouTube TV tak Lagi Dukung Langganan via App Store
    Google menghentikan kemampuan membayar biaya berlanggan YouTube TV via App Store.
    Jakarta: Google ingin menghindari membayarkan upah kepada Apple untuk pelanggan yang berlangganan YouTube TV via App Store, sehingga perusahaan ini tidak lagi mengizinkan pengguna untuk membayar langganan mereka via fitur in-app purchase Apple.
     
    MacRumors melaporkan bahwa YouTube TV telah mulai memberitahukan informasi terkait perubahan ini kepada konsumen. Pada pemberitahuannya kepada konsumen, YouTube TV menyebut tidak menyediakan dukungan berlangganan via App Store mulai tanggal 13 Maret mendatang.
     
    Pengguna YouTube TV yang memanfaatkan metode ini masih akan dapat menikmati konten dari platform tersebut melalui perangkat Apple. Pengguna akan menerima tagihan satu bulan terakhir dari layanan ini, dan kemudian pembelian berlangganan akan secara otomatis dibatalkan pada tagihan setelah tanggal 13 Maret.
     
    Upah 30 persen yang diambil oleh Apple dari setiap pelanggan YouTube TV dinilai Google terlalu banyak. Namun masih tersedia informasi terkait cara keputusan ini mempengaruhi layanan ini, sebab pengguna iOS harus mendaftar berlangganan kembali via situs YouTube TV.
     
    Sebelumnya, Google dilaporkan tengah menguji fitur terbaik Play Music, memungkinkan pengguna mengunggah perpustakaan musik mereka, untuk diterapkan pada YouTube Music. Fitur ini diklaim sebagai penghambat pengguna Play Music untuk beralih ke YouTube Music.
     
    Google tengah menguji kemampuan unggah perpustakaan musik untuk YouTube Music secara internal, mengindikasikan perusahaan teknologi raksasa ini semakin dekat untuk mengalihkan pengguna Play Music ke YouTube Music.
     
    Sebagai informasi, upaya mengalihkan pengguna Play Music ke YouTube Music telah dilakukan Google sejak awal kemunculan YouTube Music pada bulan November 2015 lalu, dan awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2019 lalu.
     
    Sementara itu, pertama kali dalam sejarah, Google mengungkap kontribusi pendapatan iklan YouTube terhadap perusahaannya. Dalam laporan pendapatan kuartal empat Alphabet, Google mengungkapkan bahwa YouTube menghasilkan pendapatan dari iklan dengan nilai hampir sebesar USD5 miliar (Rp68,8 triliun) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
     
    Pada basis tahunan, Google menyebut bahwa YouTube menghasilkan pendapatan USD15 miliar (Rp206, 3 triliun) pada tahun 2019 lalu, dan berkontribusi sebesar 10 persen pada pendapatan Google secara keseluruhan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id