Telegram Bisa Lacak Orang Sekitar

    Lufthi Anggraeni - 26 Juni 2019 08:36 WIB
    Telegram Bisa Lacak Orang Sekitar
    Telegram merilis update denga fitur baru.
    Jakarta: Telegram merilis versi 5.80 dari aplikasi iOS dan Android karyanya, dengan bekal sejumlah fitur baru. Dengan fitur baru ini, pengguna akan dapat menambahkan orang di sekitar ke dalam kontak, via fitur People Nearby.

    Namun agar dapat ditambahkan ke dalam kontak, kedua pihak harus mengakses mode ini sehingga dapat ditemukan satu sama lain. Kemudian, pengguna dapat mengetuk nama untuk saling bertukar informasi kontak.

    Pengguna juga dapat menambahkan pengguna lain ke kontak saat mereka mengirimkan pesan, bahkan jika pengguna tidak mengetahui nomor ponsel pengguna lain tersebut. Sementara itu, fitur baru lainnya yaitu kemampuan membuat grup berbasis lokasi.

    Fitur grup lokal ini hanya dapat dimanfaatkan di area kecil, seperti sekitar rumah, rekan kerja atau pelajar. Setelah grup diciptakan, pengguna di area kecil ini akan dapat menemukannya di aplikasi di perangkat mereka dan bergabung.

    Telegram juga kini berbekal fitur yang memungkinkan pengguna untuk memberikan hak administrator kepada anggota grup lain. Selain itu, notifikasi juga menerima update kecil, memungkinkan pengguna untuk menampilkan pratinjau pesan untuk pesan spesifik.

    Sementara itu, Telegram versi iOS menerima dua fitur lainnya, selain fitur yang juga tersedia di aplikasi versi Android tersebut. Pengguna aplikasi versi iOS dapat menggunakan jalan pintas Siri untuk mengakses percakapan secara langsung tanpa mengakses aplikasi secara manual.

    Aplikasi ini juga akan menampilkan pratinjau tema saat pengguna memilihnya. Selain itu, Telegram juga menghadirkan enam aplikasi kustom yang sebelumnya hanya tersedia pada aplikasi Telegram X, yang kini telah dihentikan operasionalisasinya.

    Sebelumnya, Telegram juga merilis fitur yang memungkinkan pengguna untuk menghapus semua pesan di chat, tidak peduli siapa yang mengirimkan pesan itu. Sebelum ini, pengguna hanya dapat mengirim pesan yang dikirimkan dalam kurun waktu 48 jam.

    Dengan fitur baru tersebut, pengguna dapat menghapus keseluruhan pembicaraan di ponsel mereka dan ponsel teman bicara. Telegram menganggap fitur ini penting untuk melindungi pengguna dari orang yang ingin menjatuhkan dengan pesan yang pernah mereka kirimkan.

    Sementara itu, melalui unggahan di akun Twitter, CEO Telegram Pavel Durov menyalahkan Tiongkok untuk serangan siber yang menerpa aplikasi Telegram. Serangan ini dirasakan pengguna layanannya pada pertengahan bulan Juni lalu.

    Durov menyebut serangan Distributed Denial of Service (DDoS) besar berasal dari alamat internet di dalam wilayah Tiongkok. Serangan DDoS ini mengirimkan permintaan dalam jumlah besar secara bersamaan ke Telegram.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id