Analis Sebut Qualcomm Telah Memulai Perang Harga

    Lufthi Anggraeni - 15 Januari 2020 14:10 WIB
    Analis Sebut Qualcomm Telah Memulai Perang Harga
    Keputusan Qualcomm memangkas harga chipset Snapdragon 765 5G kelas menengah memicu perang harga.
    Jakarta: Laporan terbaru dari analis Ming-Chi Kuo menyebut bahwa perang harga telah dimulai dalam industri chipset 5G. Catatan Kuo untuk klien menyebut bahwa Qualcomm telah memangkas harga untuk chipset Snapdragon 765 5G kelas menengah karyanya.
     
    Mengutip IT Home, pemangkasan harga ini dilakukan Qualcomm setelah penjualan smartphone 5G high-end lebih rendah dari ekspektasi.

    Dengan memangkas biaya chipset 5G kelas menengah kepada manufaktur, Qualcomm mencoba mendorong manufaktur perusahaan untuk memproduksi lebih banyak perangkat 5G terjangkau guna menarik perhatian publik.
     
    Pemangkasan harga ini juga diterapkan untuk chipset low-end karya Qualcomm. Sebagai hasil pemangkasan harga ini, Kuo menyebut MediaTek menghadapi tekanan menyoal harga untuk lini chipset 5G Dimensity karyanya, tiga hingga enam bulan lebih awal dari prediksi.
     
    Alih-alih mencapai keuntungan kotor 40 persen hingga 50 persen seperti yang diharapkan, Kuo menyebut bahwa keuntungan MediaTek mengalami penurunan hingga kurang dari 30 persen hingga 35 persen.
     
    Qualcomm dilaporkan memangkas harga chipset Snapdragon 765 5G sebesar USD25 (Rp342.367), USD30 (Rp410.841) hingga USD40 (Rp547.788).

    Sedangkan chipset MediaTek Dimensity 1000 5G mengonsumsi biaya produksi sebesar USD45 (Rp616.261) dan USD50 (Rp684.735) dan dipasarkan sebesar USD60 (Rp821.682) hingga USD70 (Rp958.629) per chipset.
     
    Sebagai perbandingan, Qualcomm Snapdragon 865 Mobile Platform dengan modem Snapdragon X55 5G berharga USD120 (Rp1,6 juta) hingga USD130 (Rp1,8 juta) dan tidak mengalami pemangkasan harga.
     
    Sementara itu, MediaTek DImensity 800 yang baru saja diumumkan hanya mendukung sinyal 5G sub-6GHz, akan dirilis pada bulan Mei. Chipset yang dikembangkan untuk perangkat 5G berharga terjangkau diperkirakan akan dipasarkan seharga USD40 (Rp547.788) hingga USD45 (Rp616.261) per chip dan dengan biaya produksi USD30 (Rp410.841) hingga USD35 (Rp479.335).
     
    Keputusan Qualcomm ini akan berdampak lebih kecil di pasar jika keuntungan MediaTek sedikit lebih tinggi. Keuntungan lebih besar akan memungkinkan MediaTek untuk menghadapi tekanan dan tetap mampu bertahan dan berkembang.
     
    Namun, Dimensity 1000 memberikan keuntungan USD10 (Rp136.968) hingga USD25 (Rp342.420) per chipset untuk MediaTek, dan Dimensity 800 akan mendapat keuntungan sebesar USD5 (Rp68.484) hingga USD15 (Rp205.452) per chipset.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id