IPO dan Merger , Tahapan Wajar dalam Perkembangan Startup

    Lufthi Anggraeni - 04 Maret 2021 16:06 WIB
    IPO dan Merger , Tahapan Wajar dalam Perkembangan Startup
    Jungle Venture menilai IPO dan merger menjadi tahap wajar dalam perkembangan startup.



    Jakarta: Jungle Ventures mengutarakan pendapatnya menyoal penawaran publik awal (IPO) dan merger yang kerap terjadi di ranah startup. Jungle Ventures menyebut bahwa IPO dan merger merupakan tahap yang wajar dalam perkembangan startup yang sudah matang.

    “Perkembangan ini sejalan dengan rencana startup unicorn yang siap untuk melantai ke bursa saham (IPO) dalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan. Ada juga kemungkinan merger dua atau lebih raksasa internet yang kini menjadi motor perekonomian startup di Asia Tenggara,” ujar Managing Partners Jungle Ventures David Gowdey.






    Selain itu, Jungle Ventures juga menyebut bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang menarik, sebab banyak startup yang mulai mengeksplorasi jalur IPO tradisional maupun dengan Special Purpose Acquisition Companies (SPAC).

    Sebagai informasi, SPAC merupakan salah satu jalur yang lebih cepat menuju pasar saham Amerika Serikat. Namun, startup dinilai tetap harus memiliki skala yang cukup dalam hal valuasi dan kapitalisasi pasar untuk mendapatkan perhatian dari analis dan investor dari kalangan privat dan institusi.

    Godwey juga menyebut bahwa proses investasi dari perusahaan modal ventura dan jalur SPAC sangat berbeda. Sebab, investor yang berpartisipasi lewat jalur SPAC atau pra-IPO adalah investor pasar publik yang masuk lebih dulu untuk mendapatkan keuntungan tambahan sebelum perusahaan resmi melantai di bursa.

    David Gowdey memprediksi setelah kelompok startup unicorn go public, sekelompok startup lain akan mulai mencapai valuasi miliaran dolar di Asia Tenggara. Namun Gowdey berpendapat bahwa setiap pendiri tidak membangun bisnis hanya untuk mendapatkan pendanaan semata, tapi untuk membuat bisnis dapat bertahan lama.

    Karenanya dengan filosofi Build to Last, Jungle Ventures melakukan pendekatan model investasi portofolio terkonsolidasi. Gowdey mengatakan Singapura dan Jakarta tetap menempati dua dari 10 tempat teratas untuk kota dengan investasi VC tertinggi pada tahun 2019, sehingga startup Asia Tenggara disimpulkan tidak akan kekurangan peluang pendanaan.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id