comscore

Go Digital ASEAN Latih 37 Ribu UMKM untuk Go Digital

Cahyandaru Kuncorojati - 22 Maret 2022 09:07 WIB
Go Digital ASEAN Latih 37 Ribu UMKM untuk Go Digital
Ilustrasi
Jakarta: Dalam 18 bulan terakhir, lebih dari 37.000 masyarakat Indonesia yang berasal dari komunitas marjinal telah mendapatkan pembekalan berupa rangkaian pelatihan.

Pelatihan ini termasuk penggunaan perangkat perangkat digital yang dapat mendukung mereka dalam membuka peluang ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus mencegah dampak negatif dari Covid-19 terhadap mata pencaharian mereka.
Ini merupakan hasil dari program Go Digital ASEAN, inisiatif dalam meningkatkan kemampuan digital senilai USD3,3 juta yang dipelopori oleh organisasi pembangunan internasional nirlaba, The Asia Foundation dan didanai oleh cabang filantropis Google, Google.org
 
Program yang diluncurkan secara serentak di 10 negara ASEAN sejak puncak pandemi pada Juni 2020 ini, bertujuan meningkatkan keterampilan individu dan pelaku usaha mikro hingga sebanyak 200.000 orang. Setara visi yang dicanangkan oleh Komite Koordinasi ASEAN tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (ACCMSME) dalam menutup kesenjangan digital.
 
Ddi Indonesia, TAF bermitra dengan lembaga pemerintah seperti Pusat Pengembangan Sumber Daya Perempuan serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk merangkul 930 orang pelatih untuk mengajarkan modul tentang teknologi informasi dan komunikasi.

Program tersebut mulai dari pengantar, tingkat dasar, hingga lanjutan kepada kalangan pelaku usaha mikro, penyandang disabilitas, dan pencari kerja di tingkat desa.
 
Keberhasilan dalam melampaui target awal dengan memberikan dampak pada 20.000 orang di pertengahan Juni 2021, menjadi dasar bagi TAF untuk memperpanjang pelaksanaan program dengan memberikan pelatihan kepada 15.000 orang lainnya.

Dengan perpanjangan waktu tersebut, tercatat lebih dari 22.000 para pencari kerja, 15.000 pelaku usaha mikro dan sekitar 1.000 penyandang disabilitas telah berhasil meningkatkan keterampilan pada masa akhir program di bulan Desember 2021.

Para peserta pelatihan berasal dari 800 desa di delapan provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara, Tenggara dan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Riau, dan Kalimantan Barat. Adapun terkait dengan komposisi peserta diketahui bahwa, empat dari lima peserta pelatihan adalah perempuan.
 
Sebagai hasil dari program ini, lebih dari 94 persen peserta pelatihan diklaim telah membuktikan peningkatan kompetensi digital mereka. Sebanyak 70 persen pelaku usaha mikro yang telah mengikuti pelatihan ini telah berhasil mengubah bisnis mereka menjadi online selama masa pandemi Covid-19.

Sementara 53 persen diantaranya melihat adanya peningkatan interaksi dengan pelanggan. Adapun lebih spesifik untuk segmen pelaku usaha wanita, memperoleh kepercayaan diri yang signifikan dari program ini, dengan 1 dari 3 menggunakan pengetahuan yang mereka pelajari pada program untuk membuat atau menyempurnakan rencana bisnis mereka, dan 1 dari 3 lainnya menggunakannya untuk mengembangkan bisnis mereka.
 
Keterampilan baru ini juga telah membantu 92 persen pencari kerja untuk merasa lebih siap menjalani masa depan, sementara 68 persen diantaranya telah berhasil mempertahankan pekerjaan mereka setelah mengikuti pelatihan ini.

Selain itu, Go Digital ASEAN juga menginspirasi peserta pelatihan penyandang disabilitas, sebanyak 95 persen di antara mereka percaya bahwa keterampilan digital mereka telah meningkat dan 89 persen diantaranya mengambil langkah untuk meningkatkan karir mereka.

Saat ini, hampir 1 dari 3 peserta pelatihan penyandang disabilitas memperoleh pekerjaan sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari melalui pelatihan ini.

"Indonesia terkena dampak yang signifikan akibat Covid-19, dan secara realita hal ini lebih sulit dihadapi oleh  masyarakat yang berada di pedesaan dan daerah terpencil. Pelaku usaha mikro, penyandang disabilitas dan pencari kerja di tingkat desa membutuhkan akses untuk keterampilan digital agar membuka peluang kerja baru," kata Hana Satriyo, Deputy Country Representative The Asia Foundation Indonesia."

"Kami yakin bahwa 37.000 orang yang telah mendapat manfaat dan memperoleh keterampilan digital melalui program ini, kelak akan mampu melindungi dan memperkuat mata pencaharian mereka."

"Dengan tantangan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatnya angka pengangguran, dan permintaan akan keterampilan baru, kami menyadari teknologi dapat membantu tiap individu untuk  mendapatkan pekerjaan, menjaga bisnis tetap berjalan dan mempelajari keterampilan baru," kata Marija Ralic, APAC Lead, Google.org.

"Kami sangat bangga telah mendukung program Go Digital ASEAN yang diinisiasi oleh The Asia Foundation dan melihat bagaimana hal ini telah membantu memperluas peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan komunitas yang rentan seperti perempuan dan generasi muda yang setengah menganggur di kawasan ASEAN."

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id