Ada Celah Keamanan di WhatsApp

    Ellavie Ichlasa Amalia - 14 Mei 2019 12:08 WIB
    Ada Celah Keamanan di WhatsApp
    Pengguna WhatsApp didorong untuk melakukan update. (Photo by Manan VATSYAYANA / AFP)
    Jakarta: WhatsApp mendorong penggunanya memperbarui aplikasi setelah menemukan celah keamanan yang memungkinkan hacker untuk menanamkan spyware ke ponsel pengguna dengan melakukan panggilan telepon. 

    Spyware adalah software yang digunakan untuk memata-matai pengguna sebuah perangkat. Spyware untuk WhatsApp ini dikembangkan oleh perusahaan intelijen siber asal Israel, NSO Group, menurut Financial Times

    Para hacker bisa menyelipkan spyware itu ke perangkat korban hanya dengan melakukan panggilan ke korban, tidak peduli apakah korban menerima panggilan itu atau tidak. Seolah itu tidak cukup buruk, catatan bahwa ada panggilan masuk juga biasanya dihapus. 

    WhatsApp menyebutkan, celah keamanan itu ditemukan pada bulan ini. Mereka dengan segera mengatasi masalah itu pada infrastruktur internal mereka. Update untuk menambal celah keamanan itu dirilis pada Senin. WhatsApp mendorong pengguna untuk segera melakukan update agar perangkat mereka aman. 

    "Serangan ini terlihat seperti perusahaan swasta yang disebutkan bekerja sama dengan pemerintah untuk menggunakan spyware untuk mengambil alih kendali sistem operasi mobile," kata WhatsApp dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari The Guardian.

    "Kami telah menghubungi sejumlah organisasi Hak Asasi Manusia tentang informasi ini dan kami akan bekerja sama dengan mereka untuk memberitahu masyarakat."

    NSO Group tidak berkomentar terkait hal ini. NSO hanya menjual spyware mereka -- bernama Pegasus -- ke badan intelijen negara. Spyware ini hampir dapat mengambil alih ponsel sepenuhnya.

    Setelah ia terpasang di sebuah ponsel, software itu bisa mengambil semua data yang ada di ponsel, termasuk SMS, kontak, lokasi GPS, email, browser history, dan lain sebagainya. 

    Tidak hanya itu, spyware ini juga dapat memberikan data baru menggunakan kamera dan mikrofon pada ponsel untuk merekam keadaan sekitar, menurut laporan New York Times pada 2015.

    WhatsApp memiliki 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia. Mengingat aplikasi itu menggunakan enkripsi end-to-end, ia cukup populer di kalangan aktivis. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id