Google Maps Bantu Toko Beri Informasi Soal Dampak Covid-19

    Lufthi Anggraeni - 17 Maret 2020 14:19 WIB
    Google Maps Bantu Toko Beri Informasi Soal Dampak Covid-19
    Terkait dampak virus korona, Google memungkinkan bisnis memberitahukan pelanggan soal perubahan jam operasional.
    Jakarta: Google mengumumkan fitur untuk Google Maps, berkemampuan untuk memberitahukan konsumen terkait perubahan jam operasional dari bisnis pengguna. Kehadiran fitur ini menjadi tanggapan lain dari Google terkait dengan penyebaran virus korona yang telah menjadi pandemi.
     
    Melalui unggahan terbaru di halaman pendukung Google My Business, Google menyebut bahwa pemilik bisnis dapat mengubah profil Google My Business mereka untuk menyediakan informasi terkait kepada pelanggan, seperti laporan CNET.
     
    Dalam profil, pemilik bisnis dapat mengubah jam operasional bisnis mereka, memperbarui deskripsi bisnis dengan menambahkan penawaran layanan ekstra, tindakan pencegahan atau penundaan, atau memperbarui nomor kontak.
     
    Dengan demikian, pelanggan tetap dapat menjangkau bisnis meski saat pelanggan bekerja dari lokasi selain lokasi biasa. Pemilik bisnis juga dapat berbagi informasi lebih detil serta update berkala dalam unggahan di profil halaman Google My Business mereka.
     
    Google juga menyebut bahwa perusahaannya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap perubahan pada profil bisnis sebelum ditampilkan di halaman profil pemilik bisnis. Google dikabarkan sedang membuat layanan tracking atau pemantauan persebaran virus Korona.
     
    Layanan ini tengah dikembangkan Google melalui anak perusahaannya yang terfokus di dunia kesehatan, bernama Verily. Layanan milik Google bukan hanya tracker dan agregasi berita terkait virus Korona. Mereka juga menyediakan informasi lokasi pusat kesehatan setempat untuk pengujian virus Korona.
     
    Sementara itu, Google G Suite terdiri dari Gmail, Drive, Calendar, Hangouts, Docs dan aplikasi terfokus pada produktivitas lainnya, telah memiliki dua miliar pengguna aktif bulanan. Kabar ini berasal dari Javier Soltero, kepala divisi G Suite.
     
    Soltero mengumumkan pencapaian dua miliar pengguna aktif bulanan telah dicapai G Suite pada akhir tahun 2019 lalu. Selain itu, Saltero juga mengungkap bahwa Google berencana untuk terus merombak portofolio software produktivitas karyanya ini di masa depan.
     
    Selain itu, Saltero turut mengungkap rencana untuk melanjutkan penyatuan dari aplikasi terpisah ke dalam kluster lebih banyak fitur. Menurut spekulasi sebelumnya, Google berencana untuk menghadirkan aplikasi tunggal yang mengombinasikan Gmail, Drive, dan Hangouts.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id