Garmin Mulai Penelitian Potensi Smartwatch Deteksi Dini Covid-19

    Lufthi Anggraeni - 19 Mei 2020 17:36 WIB
    Garmin Mulai Penelitian Potensi Smartwatch Deteksi Dini Covid-19
    Garmin berpartisipasi dalam penelitian potensi smartwatch guna mendeteksi COVID-19.
    Jakarta: Garmin baru-baru ini bekerja sama dengan ilmuwan dari berbagai universitas dan institusi penelitian di seluruh dunia untuk meneliti potensi smartwatch sebagai perangkat yang dapat membantu deteksi dini virus korona.

    Melalui kerja sama ini, Garmin dan ilmuwan mengkaji potensi smartwatch Garmin sebagai perangkat yang dapat membantu masyarakat untuk mengidentifikasi, melacak serta memantau keberadaan Covid-19.

    Garmin menyebut bahwa penelitian ini berasal dari dua premis sederhana, yaitu peningkatan detak jantung sebagai tanda awal dari common cold atau selesma, flu atau Covid-19, serta smartwatch Garmin yang memiliki fitur pemantau detak jantung berbasis pergelangan tangan. 

    Dengan menggabungkan dua hal tersebut, Garmin menyebut bahwa perangkat akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi dini atas indikasi awal infeksi virus. Dalam penelitian ini, Garmin bertujuan untuk menganalisa lebih lanjut potensi perangkat Garmin sehingga dapat memberikan manfaat di tengah pandemi.

    Selain itu, Gramin turut berpartisipasi dalam beberapa studi internasional, dengan memberikan informasi terkait cara pengguna smartwatch karyanya sehingga dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Salah satunya Garmin berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh Duke University, bertajuk disebut Covidentify dan bertujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara melacak penyebaran Covid-19, mendapati saat seseorang mungkin rentan tertular, dan yang mempunyai resiko tertinggi saat terinfeksi. Untuk itu, Garmin mendorong penggunanya untuk menautkan data pada smartwatch-nya ke studi ini guna membantu para peneliti dalam mempelajari bagaimana detak jantung dan gerakan mereka terpengaruh oleh Covid-19.

    Selain itu, Garmin juga berpartisipasi dalam penelitian dari Scripps Research DETECT berusaha untuk mencari tahu apakah perubahan pada denyut jantung, aktivitas dan kualitas tidur pada individu, dapat menjadi indikasi awal dari penyakit yang sangat viral, seperti Covid-19.

    Dalam penelitian ini, pengguna Garmin dapat ikut berpartisipasi melalui aplikasi MyDataHelps yang akan memandu mereka untuk memberikan persetujuan, menyinkronkan perangkat dan memasukkan data pribadi yang dibutuhkan dalam aplikasi.

    Melalui data ini, para ilmuwan berharap dapat mengidentifikasi kemungkinan munculnya penyakit seperti influenza pada pengguna dan memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi wabah tersebut.

    Dan institusi penelitian lainnya, PhysioQ, baru saja membuka daftar tunggu untuk NEO, sebuah platform pemantauan Covid-19 gratis yang dibuat untuk memantau kondisi keluarga di rumah.

    Dengan menggunakan produk-produk andalan yang dipercaya oleh para peneliti, termasuk smartwatch Garmin dan pelacak aktivitas lainnya, keluarga dapat merasa tenang karena dapat melakukan pemantauan pada tingkat saturasi oksigen, detak denyut jantung, dan lainnya dari jauh.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id