Menkominfo Tegaskan Sanksi Terkait Hoaks Virus Korona

    Lufthi Anggraeni - 03 Februari 2020 14:01 WIB
    Menkominfo Tegaskan Sanksi Terkait Hoaks Virus Korona
    Kominfo mengumumkan peredaran informasi hoaks terkait virus korona mengalami peningkatan.
    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan peningkatan penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait dengan virus korona. Hingga Senin, 3 Februari 2020, mesin AIS Kominfo menemukan sebanyak 54 informasi hoaks beredar di Indonesia.
     
    “Hasil pantauan tim AIS Kominfo menemukan 54 informasi hoaks, dengan isi beragam, dari penyebaran, cara penanggulangan dan penyembuhan virus, lokasi penyebaran, dan lainnya,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
     
    Jumlah tersebut dilaporkan Kominfo mengalami peningkatan pesat dalam kurun waktu tiga hari, sebab pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 lalu, lembaga menemukan sebanyak 36 informasi hoaks, sehingga meningkat sebanyak hampir dua kali lipat.
     
    Sejumlah informasi hoaks yang ditemukan Kominfo termasuk informasi yang menyebut bahwa buah kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus korona, air wudhu bisa menghapus virus korona, dan sebagainya.
     
    Hingga saat ini, Kominfo menyebut bahwa pihaknya masih melakukan langkah persuasif dengan mengimbau masyarakat agar lebih teliti dan waspada dalam menerima dan sebelum meneruskan informasi.
     
    Selain itu, Kominfo juga melakukan langkah preventif dengan menggali berbagai informasi dan menandainya sebagai informasi hoaks, dan disebarkan melalui media resmi lembaganya.

    Kominfo menekankan tidak akan segan untuk melakukan pemblokiran jika penyebaran informasi hoaks ini telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
     
    Sebagai informasi, Pasal 28 UU ITE nomor 11 tahun 2008 menyebut bahwa, setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
     
    Jika terjadi pelanggaran ketentuan Pasal 28 UU ITE akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 45A ayat 1 UU 19/2016, menyebut bahwa setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dipidana dengan pidana paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
     
    Sementara itu, Kominfo menyebut bahwa isu pencegahan virus korona ini terkait dengan tindakan medis. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengaitkan virus ini dengan hal lain, termasuk politik, agama dan sosial yang tidak ada kaitannya dengan tindak medis.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id