Kehadiran TV Digital Hadirkan Disrupsi Media Baru

    Lufthi Anggraeni - 05 Oktober 2021 15:24 WIB
    Kehadiran TV Digital Hadirkan Disrupsi Media Baru
    Kehadiran TV Digital disebut menghadirkan disrupsi lain, yaitu dari media baru.



    Jakarta: Pemerintah menargetkan penyiaran konten televisi via jaringan digital atau Analog Switch Off (ASO) di Indonesia selesai pada tahun 2022 mendatang. Hal ini ditujukan untuk membantu lembaga penyiaran Tanah Air tetap relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

    Namun hal ini tidak serta-merta membantu lembaga penyiaran dalam bertahan di era digital, di tengah gempuran digitalisasi akibat kemajuan teknologi. Akibat digitalisasi ini, lembaga penyiaran kini menghadapi disrupsi media baru.

     



    “Sekarang problem yang kita hadapi adalah disrupsi media baru, yang membuat, pertama, konten tidak lagi jadi borderless. Ada TV streaming, ada media baru, seperti youtube. Itu semua membuat konten menjadi borderless,” ujar Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun.

    Hal ini, lanjut Don Bosco, menjadi pertimbangan soal relevansi batasan untuk diterapkan pada lembaga penyiaran televisi. Don Bosco berharap, apabila pemerintah mengeluarkan regulasi terkait, regulasi ini juga dapat mengatur media baru tersebut. 

    Don Bosco menegaskan agar dinilai level persaingan yang adil, media baru tersebut harus mengusung konten lokal. Sementara itu, media baru memberikan peluang bagi orang untuk menjadi pelaku penyiaran atau broadcaster.

    Peluang tersebut mendorong media disrupsi sebab media baru ini memungkinkan masyarakat untuk memproduksi konten dengan biaya lebih murah serta sumber daya manusia lebih sedikit dan efisien.

    Sebab disrupsi ini menyebabkan perubahan cara masyarakat dalam menikmati konten, terutama konten audio visual. Disrupsi berkembangnya konten audio visual ini dinilai bertabrakan langsung dengan TV.

    Don Bosco mengimbau jika ingin mengatur soal konten, berbagai pihak terkait perlu melakukan pertimbangan dalam konteks lebih luas, soal konten media baru. Sedangkan soal konten siaran lokal, gagasan konten siaran lokal diakui Don Bosco merupakan hal yang baik dan substansial.

    Untuk memenuhi persyaratan ideal soal konten lokal, Don Bosco menyebut konten harus terhubung, baik secara emosional maupun kepentingan lokal. Sebab konten yang tidak terhubung dengan publik tidak akan bermanfaat bagi masyarakat.

    Karenanya, Don Bosco menyarankan lembaga penyiaran lokal untuk mempertimbangkan penggunaan pendekatan komunitas lokal. Membuat konten dengan keterhubungan dengan masyarakat lokal diklaim Don Bosco tidak mudah, sehingga membutuhkan SDM yang paham soal masyarakat di wilayah yang dilayani.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id