Tindak Radikalisme di ASN, 11 Badan Negara Sepakati Portal Pengaduan

    Cahyandaru Kuncorojati - 12 November 2019 13:54 WIB
    Tindak Radikalisme di ASN, 11 Badan Negara Sepakati Portal Pengaduan
    Peresmian portal aduanasn.id di Jakarta, Selasa 12 November 2019
    Jakarta: Langkah negara memberantas ancaman radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN) bertambah. 11 kementerian atau lembaga badan negara baru saja menyepakati pembuatan portal layanan aduan bernama Aduan ASN atau aduanasn.id.

    "Peresmian portal ini merupakan bagian rangkaian menanggapi radikalisme di ASN. Kita harus menindak lanjuti apabila anggota atau ASN terlibat radikalisme," tutur Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB, Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Setiawan menyebutkan 11 kementerian dan lembaga badan negara yang ikut dalam penandatangan kesepakatan implementasi portal aduanasn.id. Mulai dari Kemenpan RB,  Kemenpolhukam, Kemdagri, Kemenag, Kemenkominfo, Kemendikbud, Kemenkumham.

    Selanjutnya ada Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Badan Kepegawaian Negara. Portal aduanasn.id sendiri dikelola oleh tim dari Kemenkominfo.

    Setiawan menjelaskan bahwa keputusan untuk menyediakan portal Aduan ASN setelah beberapa rangkaian pertemuan tim penyusun dengan BNPT. "Diputuskan perlu adanya satgas, mekanisme penangan, dan layanan pengaduan yaitu lewat portal ini," ujarnya.

    Dalam video singkat layanan portal aduanasn.id dijelaskan siapapun bisa memggunakannya. Siapapun bisa melaporkan individu yang diketahui sebagai ASN dan telah membuat, menyebarkan, atau memberikan dukungan terhadap konten yang terindikasi radikalisme.

    Dalam proses pengaduan portal menyediakan layanan untuk menyertakan tautan, foto, audio, dan video yang berkaitan dengan radikalisme tadi. Tidak kurang ada 10 poin yang menjadi indikator ASN terpapar radikalisme.

    "Kominfo sebagai fasilitator yang menyediakan infrastruktur dan sarana. Tentunya sarana ini digunakan untuk konten yang bermanfaat dan dijadikan tempat aduan yang didukung data fakta," jelas Menkominfo Johnny G. Plate.

    "Ini disediakan untuk 1 kepentingan yakni kenyamanan keluarga ASN. Hari ini secara khusus dikaitkan SKB penanganan radikalisme. ASN sebagai garda terdepan, tentu punya peran strategis yang tidak hanya didukung dengan SDM yang punya skill tetapi juga nasionalisme yang tinggi," tuturnya.

    Johnny belum bisa memberikan berapa data ASN yang terpapar radikalisme karena masih dalam proses. Pihak Kemenpan RB sendiri menyebutkan portal aduanasn.id sudah dilincurkan untuk uji coba beberapa minggu lalu.

    "Kami berharap bahwa portal atau konten yang diisi itu akan didukung dengan data yang valid, informasi yang akurat, tidak diisi dengan hoaks," tegas Johnny.

    "Tujuannya apa, untuk kembali mempersatukan dan meningkatkan kinerja ASN kita dan membangun rasa kebangsaan yang tinggi di mulai dari para ASN kita yang jumlahnya jutaan," imbuhnya.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id