Bos Zoom Akui Kesalahan Soal Privasi

    Cahyandaru Kuncorojati - 06 April 2020 08:45 WIB
    Bos Zoom Akui Kesalahan Soal Privasi
    CEO Zoom, Eric S. Yuan. (USA Today)
    Jakarta: Meskipun populer tapi aplikasi Zoom menerima banyak kecaman terakit masalah privasi layanan mereka. Mulai dari malware yang bisa menelusuri akun LinkedIn pengguna, konferensi video yang bocor ke internet, dan lainnya

    CEO Zoom, Eric S. Yuan yang sempat tampil di media karena nilai saham Zoom mendadak meroket di bursa saham, kini angka bicara terkait masalah yang dihadapi perusahaannya. Dia sebuah wawancara televisi Amerika Serikat dia mengaku telah melakukan kesalahan.

    Dikutip dari The Verge, Yuan menyatakan bahwa perusahaannya telah mengambil langkah yang salah. Dia menyadari perusahaannya tidak sepenuhnya siap saat layanan Zoom mendadak populer seperti saat ini.

    "Kami bergerak terlalu cepat dan mengambil langkah yang salah. Kami sudah belajar dan akan mengambil langkah untuk fokus kepada privasi dan keamanannya," ungkap Yuan dalam wawancara tersebut. Dia juga menyebut pandemi ini yang berkontribusi mempopulerkan layanan Zoom.

    Baca: FBI Peringatkan Serangan Zomm-Bombing Kepada Pengguna Zoom

    "Bagaimanapun kami seharus mengambil langkah untuk memperkuat penggunaan kata sandi, dan doublecheck pada kesalahan yang ditemukan," ungkapnya. Yuan juga bersedia menjawab terkait keamanan layanan Zoom.

    Yuan menjelaskan bahwa semua fitur untuk membuat layanan menjadi sangat aman sudah disediakan. Dilaporkan bahwa ada beberapa lembaga pendidikan di Amerika Serikat yang melarang penggunaan Zoom terkait masalah keamanan.

    "Kami masih dalam kerja sama dengan mereka. Kami ingin ke depannya semua yang akan disediakan lebih dulu dipikirkan mengenai keamanannya. Kami ingin Zoom menjadi perusahaan yang selalu mengedepankan privasi dan keamanan," ujar Yuan.

    Baca: Ribuan Video Konferensi Pengguna Zoom Bocor ke Internet

    Dilaporkan bahwa angka pengguna harian (daily user) aplikasi Zoom meningkat dari 10 juta menjadi 200 juta hanya dalam periode tiga bulan, dikutip dari Venture Beat. Yuan menyatakan saat ini ada 90.000 sekolah di 20 negara yang sudah menggunakan layanan Zoom.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id