Akun Twitter Sejumlah Pesohor Dibajak

    Lufthi Anggraeni - 16 Juli 2020 11:14 WIB
    Akun Twitter Sejumlah Pesohor Dibajak
    Sejumlah akun Twitter terverifikasi dilaporkan mengalami pembajakan yang meminta tebusan bitcoin.
    Jakarta: Akun Twitter resmi sejumlah pesohor seperti Apple, Elon Musk, Jeff Bezos dan lainnya dilaporkan mengalami pembajakan pada tanggal 15 Juli lalu, oleh pelaku yang mencoba menipu masyarakat untuk mengirimkan mata uang kripto bitcoin, dalam peretasan besar di Twitter.

    Daftar akun yang mengalami peretasan ini bertambah setelah Joe Biden, Barak Obama, Uber, co-founder Microsoft Bill Gates, bintang acara realitas tv Kim Kardashian, rapper Kanye West dan lainnya, juga mengalami permasalahan yang sama.

    Channel News Asia melaporkan bahwa sebagian besar unggahan pada akun tersebut dihapus oleh pelaku. Dan pelaku menuntut para pesohor ini untuk mengirimkan uang sebesar USD1.000 (Rp14,6 juta) dalam bentuk bitcoin dalam kurun waktu 30 menit, atau mengirimkan dana dua kali lipat.

    Sementara itu, co-founder platform pertukaran mata uang kripto Gemini Cameron Winklevoss memperingatkan dalam cuitan di akun Twitter resminya bahwa permintaan tersebut merupakan tindak penipuan dan mengimbau untuk tidak berpartisipasi.

    Winklevoss juga menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan tindak kejahatan siber yang sama seperti yang dialami oleh akun twitter kripto besar lainnya, dan menegaskan kepada pengguna jejaring sosial untuk selalu waspada.

    Sebuah versi dari tindak penipuan mengundang masyarakat untuk mengklik tautan yang menyebabkan data mereka tereksploitasi. Winklevoss juga mengingatkan bahwa seluruh akun Twitter kripto besar mengalami perubahan oleh pelaku kejahatan siber.

    Hingga saat ini, penyebab kebocoran ini belum diketahui secara pasti, dan lebih dari satu tahun setelah gelombang pertama peretasan, Twitter melakukan langkah tidak biasa dalam mencegah setidaknya sejumlah akun terverifikasi untuk merilis pesan yang sama secara bersamaan.

    Selain itu, masih belum tersedia informasi terkait jumlah akun terverifikasi yang menjadi korban dari tindakan kejahatan siber ini. Meskipun demikian, hal ini dinilai akan berdampak besar pada platform Twitter dan penggunanya.

    Pengguna terverifikasi termasuk selebriti dan jurnalis, serta pemerintah, politisi dan kepala negara. Selain itu, Twitter tidak menawarkan informasi klarifikasi lain terkait permasalahan ini, namun dalam pernyataannya kepada media menyebut bahwa pengguna mungkin tidak akan dapat mengunggah kicauan atau mereset password saat pihaknya mengkaji dan menyelesaikan insiden ini.

    Sementara itu, Twitter mengaku tengah menyelidiki insiden keamanan ini dan akan segera  mengeluarkan pernyataan. Namun hal ini berdampak pada saham perusahaan jejaring sosial ini yang mengalami penurunan signifikan hingga hampir lima persen dalam pasar dagang saham setelah pasar tutup, sebelum mengurangi kerugian mereka.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id